Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAnggrek kalajengking
Artikel Wikipedia

Anggrek kalajengking

Anggrek kalajengking atau biasa disebut Anggrek ketonggeng adalah salah satu spesies anggrek yang memiliki bentuk unik, dikarenakan bentuk bunganya yang mirip dengan hewan kalajengking. Anggrek ini merupakan jenis anggrek yang dapat hidup di alam terbuka atau daerah yang terkena sinar matahari langsung. Wilayah penyebarannya meliputi pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan Malaysia. Spesies ini memiliki dua varietas yang cukup terkenal, yaitu A. flos-aeris var. gracilis dan A. flos-aeris var. insignis.

Anggrek kalajengking
Diperbarui 28 April 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Anggrek kalajengking
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025)
Anggrek kalajengking
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
(tanpa takson):
Tracheophyta
(tanpa takson):
Angiospermae
(tanpa takson):
Monokotil
Ordo:
Asparagales
Famili:
Orchidaceae
Genus:
Coelogyne
Spesies:
Arachnis sp.
Nama binomial
Arachnis flos-aeris
Artikel takson sembarang

Anggrek kalajengking (Arachnis flos-aeris) atau biasa disebut Anggrek ketonggeng adalah salah satu spesies anggrek yang memiliki bentuk unik, dikarenakan bentuk bunganya yang mirip dengan hewan kalajengking.[1][2] Anggrek ini merupakan jenis anggrek yang dapat hidup di alam terbuka atau daerah yang terkena sinar matahari langsung.[3] Wilayah penyebarannya meliputi pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan Malaysia.[1] Spesies ini memiliki dua varietas yang cukup terkenal, yaitu A. flos-aeris var. gracilis dan A. flos-aeris var. insignis.[1]

Karakteristik tanaman

Anggrek kalajengking (Arachnis flos-aeris) memiliki karakteristik yang berbeda dengan Anggrek kalajengking putih (Arachnis hookeriana), Anggrek kalajengking merah (Arachnis maingayi) maupun Anggrek berbulu leopard (Arachnis celebica).[1][2] Ketika masih berumur muda, Anggrek kalajengking memiliki akar gantung, tetapi setelah berumur tua akarnya akan menyentuh tanah dan berubah fungsi menjadi akar tunjang sebagai penunjang dari batangnya.[4]

Tanaman ini berbatang kuat, tinggi dan memiliki panjang 4–10 cm pada ruas-ruasnya.[1] Daunnya tebal dan berbentuk pita pipih yang memanjang yang memiliki panjang hingga mencapai 35 cm dan lebar sekitar 5 cm.[1][2] Bunganya tidak begitu lebat, memiliki tinggi 10–11 cm dan lebar 7-8,5 cm.[1] Warna bunganya kuning semu kehijauan dan berlurik cokelat gelap.[1] Bunganya harum dan memiliki aroma seperti kasturi.[1]

Anggrek kalajengking bersifat epifit dan mudah ditanam sebagai anggrek tanah.[1] Anggrek ini biasanya tumbuh menempel dan ternaungi oleh kanopi pohon dengan ketinggian 12 m di atas permukaan tanah.[5] Anggrek ini juga dapat tumbuh di daerah pinggiran sungai bersemak, di atas kayu lapuk dekat yang dengan permukaan tanah dan di atas permukaan batuan kapur pada tebing sungai.[5]

Sejarah

Anggrek kalajengking pertama kali ditemukan oleh Schlechter di Minahasa pada tahun 1911.[2] Ditemukan pada ketinggian 800 hingga 1000 meter di atas permukaan laut.[2] Setelah ditemukanya, Peter O'Bryne mengidentifikasi anggrek ini sebagai Vandopsis Celebica.[2] Kemudian, pada tahun 1912 anggrek ini dimasukkan dalam genus Arachnis oleh J.J. Smith dan Schlechter.[2] Nama Arachnis sendiri diambil dari bahasa Yunani yang artinya laba-laba.[1]

Mitos

Di Indonesia terdapat mitos yang berkembang mengenai Anggrek kalanjengking.[2] Yaitu, bagi siapapun yang memiliki atau memelihara Anggrek jenis kalajengking, biasanya akan memengalami kesusahan hidup.[2] Seperti penghuni rumah akan sering terserang penyakit, rumah tangga tidak bisa harmonis, dan sering bertengkar dengan pasangan maupun tetangga.[2]

Namun mitos tersebut hanya dipercaya sebagian orang saja, karena terbukti masih ada sebagian orang yang memelihara Anggrek kalajengking bahkan mencarinya untuk dijadikan sebagai tanaman hias.[2][5]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 B. Sarwono. Menghasilkan Anggrek Potong Kualitas Prima. Agro Media. ISBN 978-979-3084-51-0. Halaman 7-9.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 www.anneahira.com: Mengenal Anggrek Kalajengking Diarsipkan 2014-05-03 di Wayback Machine.. Diakses 3 Mei 2014
  3. ↑ "Agar Anggrek Tumbuh Cantik dan Subur, Simak Dulu Caranya". www.republika.co.id. 11 Desember 2012. Diakses tanggal 3 Mei 2014.
  4. ↑ www.pustakasekolah.com: Morfologi Tumbuhan Diarsipkan 2014-05-15 di Wayback Machine.. Diakses 4 April 2014
  5. 1 2 3 www.agricenter.jogjaprov.go.id: Anggrek Kalajengking. Diakses 4 Mei

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karakteristik tanaman
  2. Sejarah
  3. Mitos
  4. Referensi

Artikel Terkait

Komensalisme

artropoda seperti tungau pada serangga (seperti kumbang, lalat atau lebah), kalajengking palsu pada mamalia atau kumbang, dan kaki seribu pada burung. Foresis

Ekosistem

suatu lingkungan yang terdiri atas komponen hidup dan nonhidup yang berinteraksi sebagai sebuah sistem

Pramuka Penggalang

harimau, kobra, elang, kalajengking, dan sebagainya. Sedangkan nama regu putri diambil dari nama tumbuhan (bunga), semisal anggrek, anyelir, mawar, melati

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026