Algemeen Nederlandsch Indisch Filmsyndicaat (ANIF) adalah perusahaan film milik Albert Balink yang didirikan pada tahun 1936. Perusahaan ini membuat film dokumenter tentang Hindia untuk diputar di Belanda. Studionya terletak di wilayah Meester Cornelis di Jalan Oto Iskandar di Nata. Film berita pertama buatan ANIF merekam keramaian di Lapangan Waterloo, pawai ke istana Gubernur Jenderal, Pasar Gambir, dan sebagainya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2022) |
Studio Umum Sindikat Film Hindia Belanda (ANIF), Batavia (1940) | |
| Industri | Film |
|---|---|
| Pendahulu | Java Pacific Film |
| Penerus | Produksi Film Negara |
| Didirikan | 1936 |
| Pendiri | Albert Balink |
| Ditutup | 1942 |
| Kantor pusat | , |
Algemeen Nederlandsch Indisch Filmsyndicaat (ANIF) adalah perusahaan film milik Albert Balink yang didirikan pada tahun 1936.[butuh rujukan] Perusahaan ini membuat film dokumenter tentang Hindia untuk diputar di Belanda. Studionya terletak di wilayah Meester Cornelis (sekarang Jatinegara) di Jalan Oto Iskandar di Nata. Film berita pertama buatan ANIF merekam keramaian di Lapangan Waterloo (Lapangan Banteng), pawai ke istana Gubernur Jenderal, Pasar Gambir (Pekan Raya Jakarta zaman dahulu), dan sebagainya.[butuh rujukan]
Di dalam ANIF News, terungkap bahwa selain membuat Spiegel van Indie ternyata Balink juga berencana memproduksi film cerita dengan judul Goa Djin, Tanah Wangi, Boemi Berapi, Terang Boelan, Gogoda, dan Tjandoe. Ketika Balink keluar, produksi ANIF makin tersendat. Hasil yang menonjol hanya karya Mannus Franken (pimpinan kamera ANIF), Tanah Sabrang (1938) sebuah film dokumenter. Februari-Maret 1940, ANIF ditutup.[butuh rujukan]