Dalam mitologi Yunani dan Romawi, Akis adalah putra Faunus dan Simaethis, seorang nimfa sungai dan putri dewa sungai Simaethus. Akis memiliki kekasih bernama Galateia, seorang nimfa laut yang juga dicintai oleh Polifemos, seorang Kiklops di Sisilia. Suatu hari Polifemos memergoki Akis sedang bercinta bersama Galateia. Polifemos marah besar dan membunuh Akis menggunakan bongkahan batu besar. Galateia sangat berduka atas kematian kekasihnya. Dia pun mengubah darah Akis menjadi aliran sungai, kini disebut Sungai Akis. Sungai Akis mengalir melewati Akion (Acium) di dekat Gunung Etna di Sisilia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Dalam mitologi Yunani dan Romawi, Akis (bahasa Yunani: Άκιςcode: el is deprecated ) adalah putra Faunus dan Simaethis, seorang nimfa sungai dan putri dewa sungai Simaethus. Akis memiliki kekasih bernama Galateia, seorang nimfa laut[1] yang juga dicintai oleh Polifemos, seorang Kiklops di Sisilia. Suatu hari Polifemos memergoki Akis sedang bercinta bersama Galateia. Polifemos marah besar dan membunuh Akis menggunakan bongkahan batu besar. Galateia sangat berduka atas kematian kekasihnya. Dia pun mengubah darah Akis menjadi aliran sungai, kini disebut Sungai Akis.[2] Sungai Akis mengalir melewati Akion (Acium) di dekat Gunung Etna di Sisilia.