Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAkalasia Esofagus
Artikel Wikipedia

Akalasia Esofagus

Akalasia esofagus merupakan jenis kelainan pada esofagus (kerongkongan) yang gagal melakukan gerakan peristaltik. Kelainan akalasia dikenal juga sebagai namasimple, ectasia, kardiospasme dan megaesofagus.

Wikipedia article
Diperbarui 27 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Akalasia esofagus merupakan jenis kelainan pada esofagus (kerongkongan) yang gagal melakukan gerakan peristaltik (yaitu gerak otot kerongkongan agar makanan terdorong ke lambung). Kelainan akalasia dikenal juga sebagai namasimple, ectasia, kardiospasme dan megaesofagus.[1]

Pada pasien yang sehat, normalnya lower eshopageal sphincter (LES) akan mengendur jika ada makanan sehingga makanan masuk ke perut. Namun, berbeda pada penderita akalasia, LES tidak mengendur dengan baik, sehingga makanan tertahan di bagian bawah kerongkongan kemudian naik kembali(muntah).[2]

Berdasarkan data dari International Society for Disease of Esophagus (ISDE) angka kejadian akalasia berada di 0,7-1,6 kasus tiap 100.000 populasi. Di Indonesia sendiri hanya ada 48 kasus pada rentang tahun 1984-1988 di RSCM. Sedangkan pada tahun 2009-2010 di RSUD Dr. Soetomo hanya terdapat 5 kasus. Oleh karena itu, penyakit akalasia dikategorikan sebagai penyakit yang langka.[3][2][1]

Faktor dan gejala

Faktor penyebab akalasia belum diketahui secara pasti. Namun faktor genetika, penuan, kerusakan saraf, autoimun(Sjogren, lupus dan uveitis) dan infeksi penyakit diduga ada kaitannya dengan munculnya akalasia. Gejala khusus dari penyakit akalasia adalah kesulitan menelan baik berupa padatan maupun cair. Terjadi pula regurgitasi, nyeri dada substernal, penuruan berat badan serta dispepsia. Gejala lain yang ditunjukkan berupa bantuk di malam hari, aspirasi dan pneumonia.[1][3][2]

Penanganan medis

Sebagai penanganan awal, biasanya penderita menjalani pemeriksaan radiologi dan endoskopi. Bagi rumah sakit yang sudah lengkap, biasanya dilakukan juga manometri sebagai standar baku. Setelah menjalani pemeriksaan, barulah dilakukan terapi. Terapi yang bisa dijalani ada terapi medik, terapi businasi/dilatasi, injeksi botolium tiep A dan operasi Heller.[3]

Komplikasi

Akalasia punya risiko komplikasi ke organ lain. Berikut rinciannya:

• Regurgitasi yaitu naiknya asam lambung/makanan ke kerongkongan

• Pneumonia yang disebabkan masuknya makanan ke paru-paru

• Perforasi esophagus yaitu robeknya dinding kerongkongan

• Kanker esofagus[2]

Referensi

  1. 1 2 3 "Garuda - Garba Rujukan Digital". garuda.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2022-06-23.
  2. 1 2 3 4 Endris, Atma (2021). Ensiklopedi Macam-Macam Penyakit. Hikam Pustaka. hlm. 3–4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 "Manajemen Akalasia dengan Kandidiasis dan Bradikardi". Unair News (dalam bahasa American English). 2021-02-09. Diakses tanggal 2022-06-23.
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Latvia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Faktor dan gejala
  2. Penanganan medis
  3. Komplikasi
  4. Referensi

Artikel Terkait

Penyakit refluks gastroesofagus

terjadi ketika asam lambung atau terkadang isi lambung naik kembali ke esofagus (refluks) sehingga seseorang akan mengalami panas dada seperti terbakar

Sistem pencernaan

jaringan organ berfungsi mencerna makanan

Penyakit refluks laringofaring

Cairan lambung yang masuk merupakan dampak dari kerusakan membran mukosa esofagus dan tampilan klinisnya sering didefinisikan sebagai kelanjutan dari refluks

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026