Aftershock juga dikenal sebagai Gempa bumi besar Tangshan, adalah sebuah film drama-sejarah Republik Rakyat Tiongkok. Film ini dirilis pada 22 Juli 2010 dan bertepatan dengan ulang tahun ke-34 pada Gempa bumi Tangshan 1976. Film yang disutradarai oleh Feng Xiaogang ini pemainnya antara lain adalah Xu Fan, Zhang Jingchu, Chen Daoming, dan Li Chen. Film ini merupakan film IMAX "film komersial besar" pertama yang dibuat di luar Amerika Serikat. Film ini sukses besar di box office, dan meraup lebih dari ¥650 juta di box office Tiongkok.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Aftershock | |
|---|---|
| Sutradara | Feng Xiaogang |
| Produser | Hua Yi Bros. |
| Pemeran | Zhang Jingchu Chen Daoming Lu Yi Xu Fan Zhang Guoqiang Li Chen |
Tanggal rilis | 22 Juli 2010 |
| Durasi | 135 menit |
| Negara | Republik Rakyat Tiongkok |
| Bahasa | Mandarin |
| Anggaran | $25 juta[1] |
Pendapatan kotor | $105 juta |
Aftershock juga dikenal sebagai Gempa bumi besar Tangshan (Hanzi: 唐山大地震; Pinyin: Tángshān Dàdìzhèn), adalah sebuah film drama-sejarah Republik Rakyat Tiongkok. Film ini dirilis pada 22 Juli 2010 dan bertepatan dengan ulang tahun ke-34 pada Gempa bumi Tangshan 1976. Film yang disutradarai oleh Feng Xiaogang ini pemainnya antara lain adalah Xu Fan, Zhang Jingchu, Chen Daoming, dan Li Chen. Film ini merupakan film IMAX "film komersial besar" pertama yang dibuat di luar Amerika Serikat. Film ini sukses besar di box office, dan meraup lebih dari ¥650 juta (USD$100 juta) di box office Tiongkok.
Aftershock memenangkan Film Terbaik dan Kinerja Aktor Terbaik untuk Chen Daoming dalam Asia Pacific Screen Awards ke-4.[2][3] Raymond Zhou di China Daily menempatkan film ini dalam daftarnya yang berisi sepuluh film Tiongkok terbaik tahun 2010.[4]
Pada 27 Juli 1976, kota Tangshan diguncang gempa dahsyat yang meruntuhkan bangunan dan memisahkan keluarga Fang. Fang Daqiang tewas tertimpa puing, sementara kedua anak kembarnya, Fang Deng dan Fang Da, terjebak. Sang ibu, Li Yuanni, dipaksa memilih salah satu anak untuk diselamatkan dan akhirnya memilih Fang Da. Namun Fang Deng ternyata masih hidup, lalu diasumsikan yatim piatu dan diadopsi oleh pasangan militer di Beijing. Sejak itu, Fang Deng tumbuh dengan trauma dan identitas baru, sementara Fang Da hidup bersama ibunya dengan kondisi fisik cacat akibat gempa.
Perjalanan hidup keduanya berjalan terpisah. Fang Deng menempuh pendidikan di Hangzhou, mengalami konflik dengan keluarga angkat, kehamilan di luar nikah, dan akhirnya menjadi guru bahasa Inggris. Ia kemudian menikah dengan pria asing dan pindah ke Kanada bersama putrinya. Sementara itu, Fang Da bekerja keras hingga menjadi pengusaha sukses dan membangun keluarga di Hangzhou. Keduanya tidak mengetahui keberadaan satu sama lain, sementara sang ibu tetap menyimpan luka batin karena keputusan yang diambil saat gempa.
Pertemuan kembali terjadi pada tahun 2008 ketika gempa Sichuan menggugah Fang Deng untuk menjadi sukarelawan di China. Di lokasi bencana, ia bertemu Fang Da dan menyadari bahwa mereka adalah saudara kembar yang terpisah selama puluhan tahun. Setelah melalui konflik emosional, Fang Deng akhirnya memaafkan ibunya yang dulu memilih menyelamatkan Fang Da. Film ditutup dengan rekonsiliasi keluarga, ziarah ke makam ayah mereka, serta penegasan bahwa cinta orang tua selalu berusaha adil meski keputusan di masa lalu meninggalkan luka. Akhirnya, tugu peringatan korban gempa Tangshan menjadi simbol ingatan atas tragedi tersebut.