Aiskhilos adalah yang pertama dari tiga penulis drama tragedi Athena yang karyanya masih tersisa, dua lainnya adalah Sofokles dan Euripides. Aiskhilos kadang disebut sebagai bapak drama sarkas. Namnya berasal dari kata aiskhos (αἶσχος), yang bermakna "rasa malu". Berdasarkan Aristoteles, dia memperbanyak jumlah tokoh dalam drama untuk memungkinkan adanya konflik di antara mereka. Sebelumnya, para tokoh hanya berinteraksi dengan paduan suara. Hanya tujuh dari kira-kira sembilan puluh naskah dramanya yang masih ada pada masa modern. Dan ada pertentangan pendapat mengenai apakah dia yang menulis Prometheus Desmotes.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Aiskhilos | |
|---|---|
| Lahir | c. 525 SM/524 SM Eleusis |
| Meninggal | c. 456 SM Sisilia |
| Pekerjaan | Penulis drama dan tentara |
Aiskhilos (/[invalid input: 'icon']ˈiːsk[invalid input: 'ɨ']ləs/ bahasa Yunani: Αἰσχύλοςcode: el is deprecated , Aiskhulos; c. 525/524 SM – c. 455/456 SM) adalah yang pertama dari tiga penulis drama tragedi Athena yang karyanya masih tersisa, dua lainnya adalah Sofokles dan Euripides. Aiskhilos kadang disebut sebagai bapak drama sarkas.[1][2] Namanya berasal dari kata aiskhos (αἶσχος), yang bermakna "rasa malu".[3] Berdasarkan Aristoteles, dia memperbanyak jumlah tokoh dalam drama untuk memungkinkan adanya konflik di antara mereka. Sebelumnya, para tokoh hanya berinteraksi dengan paduan suara. Hanya tujuh dari kira-kira sembilan puluh naskah dramanya yang masih ada pada masa modern. Dan ada pertentangan pendapat mengenai apakah dia yang menulis Prometheus Desmotes.