Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSungai
Artikel Wikipedia

Sungai

Sungai adalah aliran air alami dari air tawar yang mengalir di atas daratan atau di dalam gua menuju perairan lain di ketinggian yang lebih rendah, seperti samudra, danau, atau sungai lain. Sebuah sungai dapat mengering sebelum mencapai ujung alirannya jika kehabisan air, atau hanya mengalir pada musim-musim tertentu. Sungai diatur oleh siklus air, yaitu proses pergerakan air di Bumi. Air pertama kali masuk ke sungai melalui presipitasi, baik dari curah hujan, limpasan air yang menuruni lereng, mencairnya gletser atau salju, maupun rembesan dari akuifer di bawah permukaan Bumi.

aliran air besar
Diperbarui 19 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sungai
"Kali" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Kali (disambiguasi).
Sebuah perahu mengapung di Mekong, Laos
Sungai Amazon di Amerika Selatan (biru tua) dan sungai-sungai yang bermuara ke dalamnya (biru sedang). Warna hijau yang lebih gelap menandakan daerah aliran sungai atau daerah resapan air Amazon

Sungai adalah aliran air alami dari air tawar yang mengalir di atas daratan atau di dalam gua menuju perairan lain di ketinggian yang lebih rendah, seperti samudra, danau, atau sungai lain. Sebuah sungai dapat mengering sebelum mencapai ujung alirannya jika kehabisan air, atau hanya mengalir pada musim-musim tertentu. Sungai diatur oleh siklus air, yaitu proses pergerakan air di Bumi. Air pertama kali masuk ke sungai melalui presipitasi, baik dari curah hujan, limpasan air yang menuruni lereng, mencairnya gletser atau salju, maupun rembesan dari akuifer di bawah permukaan Bumi.

Sungai mengalir di saluran air dan menyatu di tempuran sungai untuk membentuk daerah aliran sungai, yaitu area di mana air permukaan pada akhirnya mengalir ke satu muara yang sama. Batas air memisahkan sungai dari jalur air lainnya dan menyebabkan air hulu yang berada di dalam batas tersebut mengalir jatuh ke aliran di bawahnya. Sungai memiliki pengaruh besar terhadap bentang alam di sekitarnya. Sungai dapat secara rutin meluap dari tepiannya dan membanjiri area sekitarnya, sehingga menyebarkan unsur hara ke daerah di sekitarnya. Sedimen atau aluvium yang dibawa oleh sungai membentuk bentang alam di sekitarnya, menciptakan delta dan pulau di tempat aliran air melambat. Sungai jarang mengalir dalam garis lurus, melainkan berkelok-kelok atau membentuk meander; lokasi tepian sungai juga dapat sering berubah. Sungai mendapatkan aluviumnya dari proses erosi, yang mengikis batuan menjadi ngarai dan lembah.

Sungai telah menopang kehidupan manusia dan hewan selama ribuan tahun, termasuk peradaban awal manusia. Organisme yang hidup di sekitar atau di dalam sungai seperti ikan, tanaman air, dan serangga memiliki peran yang berbeda-beda, termasuk memproses bahan organik dan melakukan predasi. Sungai telah menghasilkan sumber daya yang melimpah bagi manusia, termasuk makanan, transportasi, air minum, dan rekreasi. Manusia telah merekayasa sungai untuk mencegah banjir, mengairi tanaman, melakukan pekerjaan dengan kincir air, dan menghasilkan listrik tenaga air dari bendungan. Orang-orang mengaitkan sungai dengan kehidupan dan kesuburan serta memiliki ikatan keagamaan, politik, sosial, dan mitologis yang kuat dengannya.

Sungai dan ekosistem sungai terancam oleh pencemaran air, perubahan iklim, dan aktivitas manusia. Pembangunan bendungan, kanal, tanggul, dan struktur rekayasa lainnya telah menghilangkan habitat, menyebabkan kepunahan beberapa spesies, dan menurunkan jumlah aluvium yang mengalir melalui sungai. Berkurangnya curah salju akibat perubahan iklim telah mengakibatkan lebih sedikitnya air yang tersedia untuk sungai selama musim panas. Regulasi polusi, pembongkaran bendungan, dan pengolahan air limbah telah membantu meningkatkan kualitas air dan memulihkan habitat sungai.

Topografi

Definisi

Sungai adalah aliran alami dari air tawar yang mengalir di atas atau menembus daratan menuju perairan lain di bawahnya.[1] Aliran ini dapat bermuara ke danau, samudra, atau sungai lainnya.[1] Sebuah aliran air merujuk pada air yang mengalir dalam saluran alami, sebuah fitur geografis yang dapat menampung air yang mengalir.[2] Aliran air juga dapat disebut sebagai jalur air.[2] Ilmu yang mempelajari pergerakan air sebagaimana yang terjadi di Bumi disebut hidrologi, dan pengaruhnya terhadap bentang alam dicakup oleh geomorfologi.[2]

Sumber dan daerah aliran sungai

Daerah aliran sungai utama di Amerika Utara

Sungai merupakan bagian dari siklus air, yaitu proses berkesinambungan di mana air bergerak mengelilingi Bumi.[3] Hal ini berarti bahwa semua air yang mengalir di sungai pada akhirnya pasti berasal dari presipitasi.[3] Sisi-sisi sungai memiliki daratan yang berada pada ketinggian yang lebih tinggi daripada sungai itu sendiri, dan di area ini, air mengalir turun menuju sungai.[4] Hulu sungai merupakan aliran yang lebih kecil yang memasok air ke sungai, dan membentuk sumber sungai tersebut.[4] Aliran ini bisa jadi berukuran kecil dan mengalir deras menuruni lereng pegunungan.[5] Seluruh daratan di atas sungai yang memasok air dengan cara ini berada di dalam daerah aliran sungai atau daerah resapan air sungai tersebut.[4] Sebuah punggung bukit dengan dataran yang lebih tinggi biasanya menjadi pemisah antar daerah aliran sungai; air di salah satu sisi punggung bukit akan mengalir ke satu kumpulan sungai, dan air di sisi lainnya akan mengalir ke sungai yang lain.[4] Salah satu contohnya adalah Pemisah Benua Amerika di Pegunungan Rocky. Air di sisi barat pemisah ini mengalir ke Samudra Pasifik, sedangkan air di sisi lainnya mengalir ke Samudra Atlantik.[4]

Ujung gletser yang terlihat seperti dinding es. Air biru yang dipenuhi salju dan es berada di dasar tebing.
Ujung Gletser Perito Moreno yang mencair di Taman Nasional Los Glaciares, Argentina

Tidak semua presipitasi mengalir langsung ke sungai; sebagian air meresap ke dalam akuifer bawah tanah.[3] Pada gilirannya, akuifer ini masih dapat memasok air ke sungai melalui muka air tanah, yaitu air tanah di bawah permukaan daratan yang tersimpan di dalam tanah. Air mengalir ke sungai di tempat-tempat di mana ketinggian sungai lebih rendah daripada ketinggian muka air tanah.[3] Fenomena inilah yang menyebabkan sungai tetap dapat mengalir meskipun pada masa kekeringan.[3] Sungai juga mendapat pasokan air dari mencairnya salju dan gletser yang berada di wilayah dataran tinggi.[3] Pada bulan-bulan musim panas, suhu yang lebih tinggi mencairkan salju dan es, sehingga menyebabkan tambahan air mengalir ke sungai. Lelehan gletser dapat menambah lelehan salju pada waktu-waktu tertentu seperti akhir musim panas, ketika mungkin hanya tersisa sedikit salju untuk mencair, sehingga membantu memastikan bahwa sungai-sungai di hilir gletser memiliki pasokan air yang berkelanjutan.[3]

Aliran

Sungai mengalir ke tempat yang lebih rendah, dengan arahnya yang ditentukan oleh gravitasi.[6] Sebuah kesalahpahaman umum menganggap bahwa semua atau sebagian besar sungai mengalir dari Utara ke Selatan, padahal hal ini tidaklah benar.[6] Saat sungai mengalir ke hilir, mereka pada akhirnya akan menyatu untuk membentuk sungai yang lebih besar. Sungai yang mengalir ke sungai lain disebut anak sungai, dan tempat pertemuan mereka disebut pertemuan sungai.[4] Sungai pasti mengalir ke tempat yang lebih rendah karena gravitasi.[3] Dasar dari sebuah sungai biasanya berada di dalam lembah sungai di antara bukit atau pegunungan. Sungai yang mengalir melalui bagian daratan yang kedap air seperti bebatuan akan mengikis lereng di sisi-sisi sungai.[7] Ketika sebuah sungai mengukir sebuah dataran tinggi atau area dataran tinggi serupa, sebuah ngarai dapat terbentuk, dengan tebing-tebing di kedua sisi sungai.[8][4] Area sungai dengan batuan yang lebih lunak akan mengalami pelapukan lebih cepat daripada area dengan batuan yang lebih keras, yang menyebabkan perbedaan ketinggian antara dua titik sungai. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya air terjun saat aliran sungai jatuh melewati turunan vertikal.[9]

Grand Canyon diukir oleh Sungai Colorado.

Sungai di area yang tembus air tidak menunjukkan perilaku ini dan bahkan mungkin memiliki tepian yang terangkat karena sedimen.[7] Sungai juga mengubah bentang alamnya melalui transportasi sedimen, yang sering dikenal sebagai aluvium jika merujuk khusus pada sungai.[10][7] Puing-puing ini berasal dari erosi yang dilakukan oleh sungai itu sendiri, serpihan yang tersapu ke sungai oleh curah hujan, serta erosi yang disebabkan oleh pergerakan lambat gletser. Pasir di gurun dan sedimen yang membentuk pulau gosong berasal dari sungai.[10] Ukuran partikel puing-puing secara bertahap disortir oleh sungai, dengan partikel yang lebih berat seperti batuan tenggelam ke dasar, dan partikel yang lebih halus seperti pasir atau lanau terbawa lebih jauh ke hilir. Sedimen ini dapat mengendap di lembah sungai atau terbawa hingga ke laut.[7]

Hasil sedimen dari sebuah sungai adalah jumlah pasir per satuan luas di dalam daerah aliran sungai yang terbawa selama kurun waktu tertentu.[11] Pemantauan hasil sedimen sungai penting bagi para ahli ekologi untuk memahami kesehatan ekosistemnya, tingkat erosi lingkungan sungai, dan dampak aktivitas manusia.[11]

Sebuah foto yang menunjukkan sungai lebar dengan berbagai vegetasi lahan basah yang rendah di sisi-sisinya.
Nil di Mesir dikenal dengan dataran banjirnya yang subur, yang dilanda banjir setiap tahun.

Sungai jarang mengalir dalam arah yang lurus, melainkan cenderung berbelok atau membentuk meander.[10] Hal ini dikarenakan setiap rintangan alami pada aliran sungai dapat menyebabkan arus membelok ke arah yang berbeda. Ketika hal ini terjadi, aluvium yang dibawa oleh sungai dapat menumpuk di rintangan ini, dan mengalihkan jalur sungai. Aliran tersebut kemudian diarahkan ke seberang tepian sungai, yang akan terkikis menjadi bentuk yang lebih cekung untuk menampung aliran tersebut. Tepian sungai akan tetap menghalangi aliran air, menyebabkannya memantul ke arah lain. Dengan demikian, sebuah kelokan sungai pun tercipta.[7]

Sungai mungkin mengalir melalui wilayah yang rendah dan datar dalam perjalanannya menuju laut.[12] Tempat-tempat ini mungkin memiliki dataran banjir yang tergenang secara berkala ketika ada debit air yang tinggi mengalir melalui sungai. Peristiwa ini dapat disebut sebagai "musim hujan" dan "musim kemarau" ketika banjir dapat diprediksi karena kondisi iklim.[12] Aluvium yang dibawa oleh sungai, yang sarat dengan mineral, diendapkan ke dataran banjir ketika tepiannya meluap, memberikan unsur hara baru ke tanah, sehingga memungkinkannya untuk mendukung aktivitas manusia seperti pertanian serta berbagai kehidupan tumbuhan dan hewan.[12][4] Sedimen yang terendap dari sungai dapat membentuk pulau fluvial yang bersifat sementara atau tahan lama.[13] Pulau-pulau ini ada di hampir setiap sungai.[13]

Sungai non-perenial

Sekitar separuh dari seluruh jalur air di Bumi adalah sungai intermiten (sungai musiman), yang tidak selalu memiliki aliran air yang terus-menerus sepanjang tahun.[14] Hal ini mungkin disebabkan oleh iklim gersang yang terlalu kering pada musim-musim tertentu sehingga tidak dapat mempertahankan aliran air, atau karena sungai tersebut membeku secara musiman pada musim dingin (seperti di daerah dengan permafrost yang luas), ataupun di hulu sungai di pegunungan, di mana lelehan salju diperlukan untuk memasok air ke sungai.[14] Sungai-sungai ini dapat ditemukan di berbagai iklim, dan tetap menyediakan habitat bagi kehidupan akuatik serta menjalankan fungsi ekologis lainnya.[14]

Sungai bawah tanah

Sungai berair biru yang mengalir melalui gua batu cokelat dengan sinar matahari yang menembus masuk.
Gua Blue Water di Quezon, Filipina, memiliki sungai bawah tanah.

Sungai bawah tanah dapat mengalir di bawah permukaan bumi melalui gua-gua yang terendam air.[15] Hal ini dapat terjadi pada sistem karst, di mana batuan melarut dan membentuk gua. Sungai-sungai ini menyediakan habitat bagi beragam mikroorganisme dan telah menjadi objek penelitian penting bagi para ahli mikrobiologi.[15] Sungai dan aliran air lainnya telah ditutup atau diubah alirannya ke dalam terowongan akibat pembangunan yang dilakukan oleh manusia.[16] Sungai-sungai jenis ini biasanya tidak menjadi habitat bagi kehidupan apa pun, dan sering kali hanya digunakan untuk mengalirkan air limpasan badai atau mengendalikan banjir.[16] Salah satu contohnya adalah Sunswick Creek di Kota New York, yang ditutup pada tahun 1800-an dan kini hanya berfungsi menyerupai pipa saluran pembuangan.[16]

Titik akhir sungai

Foto satelit sebuah delta sungai besar dengan banyak jalur bercabang
Delta Sungai Lena di Rusia terbentuk dari sedimen sungai tersebut.

Meskipun sungai dapat bermuara ke danau atau bentang alam buatan manusia seperti waduk, air yang terkandung di dalamnya akan selalu cenderung mengalir turun menuju samudra atau, dalam kasus cekungan endoreik, ke titik terendah setempat.[3] Akan tetapi, jika aktivitas manusia atau resapan ke air tanah[17] menyedot terlalu banyak air dari sungai untuk penggunaan lain, dasar sungai dapat mengering sebelum mencapai laut.[3] Jalur keluar atau muara dari sebuah sungai dapat berupa beberapa bentuk. Sungai pasang surut, yang sering kali merupakan bagian dari sebuah estuari, memiliki permukaan air yang naik dan turun mengikuti pasang surut.[3] Karena permukaan sungai-sungai ini sering kali sudah berada pada atau mendekati permukaan laut, aliran aluvium dan air payau yang mengalir di sungai-sungai ini dapat bergerak ke hulu atau ke hilir tergantung pada waktu-waktu tertentu dalam sehari.[7]

Sungai yang tidak terpengaruh pasang surut laut dapat membentuk delta yang secara terus-menerus mengendapkan aluvium ke laut dari muaranya.[7] Bergantung pada aktivitas ombak, kekuatan aliran sungai, dan kekuatan arus pasang surut, sedimen tersebut dapat terakumulasi untuk membentuk daratan baru.[18] Jika dilihat dari atas, sebuah delta dapat terlihat berbentuk seperti beberapa buah segitiga karena muara sungainya tampak menyebar dari garis pantai aslinya.[18]

Klasifikasi

Artikel utama: Orde sungai
Diagram probabilitas aliran sungai dengan pelabelan nomor Strahler pada setiap anak sungainya.

Dalam ilmu hidrologi, orde sungai adalah bilangan bulat positif yang digunakan untuk menggambarkan tingkat percabangan sungai dalam suatu daerah aliran sungai.[19] Terdapat beberapa sistem orde sungai, salah satunya adalah nomor Strahler. Dalam sistem ini, anak sungai pertama dari sebuah sungai diklasifikasikan sebagai sungai orde 1. Ketika dua sungai orde 1 menyatu, sungai yang dihasilkan menjadi orde 2. Jika sungai dengan orde yang lebih tinggi dan orde yang lebih rendah menyatu, ordenya tidak bertambah. Orde hanya bertambah ketika dua sungai dengan orde yang sama menyatu.[19][20] Orde sungai memiliki korelasi dan dengan demikian dapat digunakan untuk memprediksi titik data tertentu yang berkaitan dengan sungai, seperti ukuran daerah aliran sungai (luas resapan), dan panjang salurannya.[19]

Ekologi

Model

Konsep Kontinum Sungai

Beberapa pohon rindang di sekitar aliran air kecil
Hulu Sungai Wey di Inggris menyediakan bahan organik untuk diproses oleh organisme.

Ekosistem sungai mencakup kehidupan yang mendiami perairannya, di tepiannya, dan di daratan sekitarnya.[21] Lebar saluran sungai, kecepatan alirannya, serta tingkat naungan dari pepohonan di sekitarnya. Makhluk hidup dalam ekosistem sungai dapat dibagi ke dalam banyak peran berdasarkan Konsep Kontinum Sungai.[22] "Pemotong" (shredder) adalah organisme yang memakan bahan organik ini. Peran organisme "pemakan rumput" (grazer) atau "pengikis" (scraper) adalah memakan ganggang yang menempel pada bebatuan dan tumbuhan. "Pengumpul" (collector) mengonsumsi detritus dari organisme yang telah mati. Terakhir, predator memangsa makhluk hidup lain untuk bertahan hidup.[21][22]

Sungai kemudian dapat dimodelkan berdasarkan ketersediaan sumber daya untuk setiap peran makhluk hidup tersebut. Area yang teduh dengan pepohonan gugur mungkin sering mengalami penumpukan bahan organik berupa dedaunan. Dalam jenis ekosistem ini, pengumpul dan pemotong akan menjadi yang paling aktif.[21] Seiring dengan sungai yang menjadi semakin dalam dan lebar, alirannya mungkin bergerak lebih lambat dan menerima lebih banyak sinar matahari. Hal ini mendukung kehidupan invertebrata dan berbagai jenis ikan, serta pengikis yang memakan ganggang.[23] Lebih jauh ke arah hilir, sungai mungkin mendapatkan sebagian besar energinya dari bahan organik yang telah diproses di hulu oleh pengumpul dan pemotong. Predator mungkin lebih aktif di area ini, termasuk ikan yang memakan tumbuhan, plankton, dan ikan lainnya.[23]

Konsep denyut banjir

Saluran air kecil di akhir musim gugur atau musim dingin, dikelilingi oleh vegetasi mirip rawa berwarna cokelat
Rawa ini adalah dataran banjir dari Sungai Narew di Polandia.

Konsep denyut banjir berfokus pada habitat yang mengalami banjir secara musiman, termasuk danau dan rawa. Daratan yang berbatasan langsung dengan suatu perairan merupakan zona riparian bagi perairan tersebut. Tumbuhan di zona riparian sungai membantu menstabilkan tepiannya untuk mencegah erosi dan menyaring aluvium yang diendapkan oleh sungai di pantai, termasuk memproses nitrogen dan unsur hara lain yang terkandung di dalamnya. Hutan di zona riparian juga menyediakan habitat yang penting bagi hewan.[21]

Konsep zonasi ikan

Ekosistem sungai juga dikategorikan berdasarkan variasi kehidupan akuatik yang dapat ditopangnya, yang dikenal juga sebagai konsep zonasi ikan.[24] Sungai yang lebih kecil hanya dapat menopang ikan-ikan berukuran kecil yang dapat dengan nyaman hidup di perairannya, sedangkan sungai yang lebih besar dapat menampung baik ikan kecil maupun ikan besar. Ini berarti bahwa sungai yang lebih besar dapat menjadi inang bagi variasi spesies yang lebih banyak.[24] Hal ini sejalan dengan hubungan spesies-area, yaitu konsep bahwa habitat yang lebih besar menjadi inang bagi lebih banyak spesies. Dalam kasus ini, hal tersebut dikenal sebagai hubungan spesies-debit air, yang secara khusus merujuk pada debit air sungai, yaitu jumlah air yang melewati sungai pada waktu tertentu.[24]

Pergerakan organisme

Aliran sungai dapat berfungsi sebagai sarana transportasi bagi berbagai organisme, sekaligus sebagai penghalang. Sebagai contoh, Sungai Amazon di beberapa bagiannya sangat lebar sehingga variasi spesies di kedua sisi lembah sungainya berbeda.[21] Beberapa jenis ikan mungkin berenang ke hulu sungai untuk memijah sebagai bagian dari migrasi musiman. Spesies yang melakukan perjalanan dari laut untuk berkembang biak di sungai air tawar disebut sebagai ikan anadromus, dan ikan yang melakukan perjalanan dari sungai menuju samudra untuk berkembang biak disebut sebagai ikan katadromus. Salmon adalah ikan anadromus yang mungkin akan mati di sungai setelah memijah, sehingga memberikan kontribusi unsur hara kembali kepada ekosistem sungai.[21] Spora jamur (hyphomycetes akuatik) juga bergerak melalui arus aliran air, dan sebagian besar spesies bergantung pada hal ini untuk menyebar di antara substrat.[25]

Pemanfaatan oleh manusia

Infrastruktur

Artikel utama: Rekayasa sungai
Jalan di atas tanggul tanah yang ditinggikan, rawa di sisi kiri, dan beberapa lahan pertanian kecil di sisi lainnya.
Tanggul ini melindungi kota Honghu di provinsi Hubei, Tiongkok dari banjir.

Rekayasa sungai modern melibatkan kumpulan besar struktur rekayasa sungai independen yang memiliki tujuan pengendalian banjir, peningkatan navigasi, rekreasi, dan pengelolaan ekosistem.[26] Banyak dari proyek ini berdampak pada normalisasi efek sungai; banjir terbesar menjadi lebih kecil dan lebih dapat diprediksi, dan bagian sungai yang lebih luas terbuka untuk navigasi perahu dan kendaraan air lainnya.[26] Efek utama dari rekayasa sungai adalah berkurangnya keluaran sedimen dari sungai-sungai besar. Sebagai contoh, Sungai Mississippi menghasilkan 400 juta ton sedimen per tahun.[26] Akibat pembangunan waduk, penumpukan sedimen di tanggul buatan manusia, dan hilangnya tepian alami yang digantikan oleh revetmen, keluaran sedimen ini telah berkurang sebesar 60%.[26]

Proyek sungai yang paling mendasar melibatkan pembersihan rintangan seperti pohon tumbang. Hal ini dapat ditingkatkan menjadi pengerukan, yaitu penggalian penumpukan sedimen di dalam saluran, untuk menyediakan area yang lebih dalam bagi navigasi.[26] Aktivitas-aktivitas ini memerlukan pemeliharaan rutin karena lokasi tepian sungai berubah seiring waktu, banjir membawa benda asing ke dalam sungai, dan penumpukan sedimen alami terus berlanjut.[26] Saluran buatan sering kali dibangun untuk "memotong" bagian sungai yang berkelok-kelok dengan jalur yang lebih pendek, atau untuk mengarahkan aliran sungai ke arah yang lebih lurus.[26] Efek ini, yang dikenal sebagai kanalisasi, telah memperpendek jarak yang dibutuhkan untuk melintasi Sungai Missouri sejauh 116 kilometer (72 mi).[26]

Bendungan abu-abu di kejauhan yang menumpahkan air dari bagian tengahnya. Pegunungan menjadi latar belakangnya.
Bendungan Na Hang di Vietnam menyediakan pembangkit listrik tenaga air.

Krib adalah saluran yang dibangun tegak lurus terhadap aliran sungai di bawah permukaannya. Ini membantu sungai mengalir lebih lurus dengan meningkatkan kecepatan air di tengah saluran, membantu mengendalikan banjir.[26] Tanggul juga digunakan untuk tujuan ini. Tanggul dapat dianggap sebagai bendungan yang dibangun di sisi-sisi sungai, yang dimaksudkan untuk menahan air agar tidak membanjiri area sekitarnya selama periode curah hujan tinggi. Tanggul sering kali dibangun dengan meninggikan medan alami menggunakan tanah atau tanah liat.[26] Beberapa tanggul dilengkapi dengan jalur banjir (floodway), yaitu saluran yang digunakan untuk mengalihkan air banjir menjauhi lahan pertanian dan daerah padat penduduk.[26]

Bendungan membatasi aliran air yang melewati sungai. Bendungan dapat dibangun untuk tujuan navigasi, memberikan permukaan air yang lebih tinggi di hulu untuk dilalui perahu. Bendungan juga dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air, atau pembangkitan energi dari sungai.[26]

Bendungan biasanya mengubah bagian sungai di belakangnya menjadi danau atau waduk. Hal ini dapat menyediakan pasokan air minum yang dapat diprediksi bagi kota-kota terdekat. Pembangkit listrik tenaga air sangat diminati sebagai bentuk energi terbarukan yang tidak memerlukan masukan apa pun selain sungai itu sendiri.[27] Bendungan sangat umum ditemukan di seluruh dunia, dengan setidaknya 75.000 bendungan yang tingginya lebih dari 6 kaki (1,8 m) di AS. Secara global, waduk yang diciptakan oleh bendungan mencakup area seluas 193.500 mil persegi (501.000 km2).[27] Pembangunan bendungan mencapai puncaknya pada tahun 1970-an, ketika dua atau tiga bendungan diselesaikan setiap harinya, dan sejak saat itu mulai menurun. Proyek bendungan baru terutama difokuskan di Tiongkok, India, dan wilayah lain di Asia.[28]

Sejarah

Peradaban Sumeria dimungkinkan oleh keberadaan dataran banjir sungai Tigris dan Efrat.

Era pra-industri

Peradaban pertama di Bumi lahir di dataran banjir antara 5.500 dan 3.500 tahun yang lalu.[21] Air tawar, tanah yang subur, dan transportasi yang disediakan oleh sungai membantu menciptakan kondisi bagi munculnya masyarakat yang kompleks. Tiga peradaban semacam itu adalah bangsa Sumeria di sistem sungai Tigris–Efrat, peradaban Mesir Kuno di sungai Nil, dan Peradaban Lembah Indus di Sungai Indus.[21][29] Iklim gurun di daerah sekitarnya membuat masyarakat ini sangat bergantung pada sungai untuk bertahan hidup, yang mengarah pada berkumpulnya orang-orang di area ini untuk membentuk kota-kota pertama.[30] Diperkirakan juga bahwa peradaban-peradaban inilah yang pertama kali mengorganisir irigasi di lingkungan gurun untuk menanam bahan pangan.[30] Menanam bahan pangan dalam skala besar memungkinkan masyarakat untuk berspesialisasi dalam peran lain, membentuk hierarki, dan mengorganisir diri dengan cara-cara baru, yang mengarah pada lahirnya peradaban.[30]

Gambar seorang pria menaikkan air dari sungai dengan mangkuk yang dipasang di ujung batang besar dengan penyeimbang di ujung lainnya.
Sistem penyeimbang shaduf adalah contoh awal rekayasa air sungai.

Dalam masyarakat pra-industri, sungai merupakan sumber transportasi dan sumber daya yang melimpah.[21][30] Banyak peradaban bergantung pada sumber daya lokal di sekitar mereka untuk bertahan hidup. Pengiriman komoditas, terutama mengapungkan kayu di sungai untuk memindahkannya, sangatlah penting. Sungai juga merupakan sumber air minum yang penting. Bagi peradaban yang dibangun di sekitar sungai, ikan merupakan bagian penting dari makanan manusia.[30] Beberapa sungai mendukung aktivitas penangkapan ikan, tetapi tidak cocok untuk pertanian, seperti sungai-sungai di Barat Laut Pasifik.[30] Hewan lain yang hidup di dalam atau di dekat sungai seperti katak, kerang, dan berang-berang dapat menyediakan makanan dan barang berharga seperti bulu hewan.[21]

Manusia telah membangun infrastruktur untuk memanfaatkan sungai selama ribuan tahun.[21] Bendungan Sadd el-Kafara di dekat Kairo, Mesir, adalah bendungan kuno yang dibangun di sungai Nil 4.500 tahun yang lalu. Peradaban Romawi Kuno menggunakan akuaduk untuk mengalirkan air ke wilayah perkotaan. Muslim Spanyol menggunakan penggilingan dan kincir air mulai dari abad ketujuh. Antara tahun 130 dan 1492, bendungan yang lebih besar dibangun di Jepang, Afganistan, dan India, termasuk 20 bendungan yang tingginya lebih dari 15 meter (49 ft).[21] Kanal-kanal mulai digali di Mesir sejak 3000 SM, dan alat mekanis shaduf mulai digunakan untuk menaikkan ketinggian air.[30] Tahun-tahun kekeringan merusak hasil panen, dan para pemimpin masyarakat terdorong untuk memastikan ketersediaan air dan pangan yang teratur agar tetap berkuasa. Proyek rekayasa seperti shaduf dan kanal dapat membantu mencegah krisis ini.[30] Meskipun demikian, terdapat bukti bahwa peradaban yang berbasis di dataran banjir mungkin kadang-kadang ditinggalkan dalam skala besar. Hal ini dikaitkan dengan banjir yang luar biasa besar yang menghancurkan infrastruktur; akan tetapi, terdapat bukti bahwa perubahan iklim permanen yang menyebabkan kegersangan yang lebih tinggi dan aliran sungai yang lebih rendah mungkin menjadi faktor penentu dalam menentukan peradaban sungai mana yang berhasil atau hancur.[30]

Bangunan bata merah yang dibangun di atas air terjun. Air terjun tersebut adalah struktur bendungan beton.
Penggilingan Cochecho di Dover, New Hampshire, Amerika Serikat adalah pabrik tekstil yang ditenagai oleh bendungan pembangkit listrik tenaga air seperti yang tergambar.

Kincir air mulai digunakan setidaknya 2.000 tahun yang lalu untuk memanfaatkan energi sungai.[21] Kincir air memutar poros yang dapat menyuplai energi rotasi untuk memindahkan air ke akuaduk, menempa logam menggunakan palu pemicu (trip hammer), dan menggiling biji-bijian dengan batu giling. Pada Abad Pertengahan, penggilingan air mulai mengotomatisasi banyak aspek dari pekerjaan kasar, dan menyebar dengan cepat. Menjelang tahun 1300, setidaknya ada 10.000 penggilingan di Inggris saja. Sebuah penggilingan air abad pertengahan dapat melakukan pekerjaan 30–60 pekerja manusia.[21] Penggilingan air sering digunakan bersamaan dengan bendungan untuk memusatkan dan meningkatkan kecepatan air.[21] Kincir air terus digunakan hingga dan sepanjang masa Revolusi Industri sebagai sumber tenaga untuk pabrik tekstil dan pabrik lainnya, tetapi pada akhirnya digantikan oleh tenaga uap.[21]

Era industri

Sebuah perahu kecil mendorong tongkang datar yang besar menyusuri sungai yang lebar pada musim gugur
Tongkang adalah salah satu sarana utama pengiriman barang di sungai Mississippi dan sungai-sungai lainnya.
Sungai Tiber di Roma dekat Ponte Sant'Angelo, Italia

Sungai menjadi lebih terindustrialisasi seiring dengan pertumbuhan teknologi dan populasi manusia.[21] Karena ikan dan air dapat didatangkan dari tempat lain, serta barang dan manusia dapat diangkut melalui jalur kereta api, pemanfaatan sungai pra-industri menyusut dan beralih pada pemanfaatan yang lebih kompleks. Hal ini berarti ekosistem lokal sungai membutuhkan perlindungan yang lebih sedikit karena manusia menjadi kurang bergantung padanya untuk keberlangsungan hidup mereka. Rekayasa sungai mulai mengembangkan proyek-proyek yang memungkinkan pembangkit listrik tenaga air industri, kanal untuk pergerakan barang yang lebih efisien, serta proyek-proyek untuk pengendalian banjir.[21][28]

Transportasi sungai secara historis jauh lebih murah dan cepat dibandingkan transportasi darat.[21] Sungai membantu mendorong urbanisasi karena barang-barang seperti biji-bijian dan bahan bakar dapat diapungkan ke hilir untuk memasok sumber daya ke kota-kota.[31] Transportasi sungai juga penting bagi industri kayu, karena kayu gelondongan dapat dikirim melalui sungai. Negara-negara dengan hutan lebat dan jaringan sungai seperti Swedia secara historis paling banyak mendapat manfaat dari metode perdagangan ini. Munculnya jalan raya dan mobil telah membuat praktik ini menjadi kurang umum.[21]

Bagian kanal datar yang kecil di pedesaan Prancis
Canal du Midi adalah salah satu proyek kanal besar pertama di dunia.

Salah satu kanal besar pertama adalah Canal du Midi, yang menghubungkan sungai-sungai di dalam wilayah Prancis untuk menciptakan jalur dari Samudra Atlantik ke Laut Mediterania.[28] Pada abad kesembilan belas pembangunan kanal menjadi lebih umum, dengan AS membangun kanal sepanjang 4.400 mil (7.100 km) menjelang tahun 1830. Sungai mulai dimanfaatkan oleh kapal kargo dalam skala yang lebih besar, dan kanal-kanal ini digunakan bersamaan dengan proyek rekayasa sungai seperti pengerukan dan pelurusan untuk memastikan kelancaran arus barang.[28] Salah satu proyek terbesar semacam itu adalah proyek di Sungai Mississippi, yang daerah aliran sungainya mencakup 40% dari wilayah Amerika Serikat daratan. Sungai ini kemudian digunakan untuk mengirimkan hasil panen dari Barat Tengah Amerika Serikat dan kapas dari Amerika Serikat Selatan ke negara-negara bagian lain serta ke Samudra Atlantik.[28]

Peran sungai perkotaan telah berevolusi dari dulunya sebagai pusat perdagangan, makanan, dan transportasi menjadi masa modern ketika pemanfaatan tersebut tidak lagi terlalu diperlukan.[31] Sungai tetap menjadi pusat dari identitas budaya berbagai kota dan negara. Contoh yang terkenal meliputi hubungan Sungai Thames dengan London, Sungai Seine dengan Paris, dan Sungai Hudson dengan Kota New York.[31] Pemulihan kualitas air dan rekreasi di sungai-sungai perkotaan telah menjadi tujuan pemerintahan modern. Sebagai contoh, berenang dilarang di sungai Seine selama lebih dari 100 tahun karena kekhawatiran tentang polusi dan penyebaran E. coli, hingga adanya upaya pembersihan untuk memungkinkannya digunakan dalam Olimpiade Musim Panas 2024.[32] Contoh lainnya adalah restorasi sungai Isar di München dari sebelumnya berupa saluran yang dikanalisasi penuh dengan tanggul keras menjadi lebih lebar dengan tepian yang landai secara alami dan ditumbuhi vegetasi.[33] Hal ini telah memperbaiki habitat satwa liar di Isar, dan memberikan lebih banyak kesempatan untuk rekreasi di sungai tersebut.[33]

Politik

Lihat pula: Hukum hak atas air
Perahu berukuran sedang yang meninggalkan jejak riak air saat melintasi perairan yang keruh
Perahu Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat ini berupaya mencegah penyeberangan di sungai Rio Grande dari Meksiko ke AS.

Sebagai penghalang alami, sungai sering kali digunakan sebagai batas antara negara, kota, dan wilayah lainnya.[29] Sebagai contoh, Sungai Lamari di Nugini memisahkan suku Angu dan suku Fore di Nugini. Kedua budaya tersebut berbicara dalam bahasa yang berbeda dan jarang berbaur.[21] Sebesar 23% dari perbatasan internasional adalah sungai besar (didefinisikan sebagai sungai yang lebarnya lebih dari 30 meter).[29] Batas utara tradisional dari Kekaisaran Romawi adalah sungai Danube, sebuah sungai yang saat ini membentuk perbatasan antara Hungaria dan Slowakia. Karena aliran sungai jarang bersifat statis, lokasi pasti dari perbatasan sungai dapat dipersoalkan oleh negara-negara terkait.[21] Sungai Rio Grande antara Amerika Serikat dan Meksiko diatur oleh Komisi Perbatasan dan Air Internasional untuk mengelola hak atas air tawar dari sungai tersebut, serta menandai lokasi pasti dari perbatasan tersebut.[21]

Hingga 60% air tawar yang digunakan oleh negara-negara di dunia berasal dari sungai yang melintasi perbatasan internasional.[21] Hal ini dapat menyebabkan perselisihan antara negara-negara yang berada di hulu dan hilir sungai. Negara yang berada di hilir dapat keberatan jika negara di hulu mengalihkan terlalu banyak air untuk penggunaan pertanian, polusi, serta pembuatan bendungan yang mengubah karakteristik aliran sungai tersebut.[21] Sebagai contoh, Mesir memiliki perjanjian dengan Sudan yang mewajibkan volume minimum air tertentu untuk dialirkan ke sungai Nil setiap tahunnya melewati Bendungan Aswan, guna mempertahankan akses air bagi kedua negara tersebut.[21]

Agama dan mitologi

Lihat pula: Air suci dan Mitos air bah
Sungai yang mengalir lambat saat matahari terbenam memantulkan langit
Sungai Ogun di Nigeria disucikan oleh suku Yoruba.

Pentingnya sungai di sepanjang sejarah manusia telah membuatnya dikaitkan dengan kehidupan dan kesuburan. Sungai juga menjadi terkait dengan hal sebaliknya, yakni kematian dan kehancuran, terutama melalui banjir. Kekuatan ini telah menyebabkan sungai memiliki peran sentral dalam agama, ritual, dan mitologi.[21]

Dalam mitologi Yunani, dunia bawah berbatasan dengan beberapa sungai.[21] Orang Yunani kuno percaya bahwa jiwa orang-orang yang tewas harus dibawa menyeberangi Sungai Styx menggunakan perahu oleh Charon dengan imbalan uang.[21] Jiwa-jiwa yang dinilai baik akan dimasukkan ke Elysium dan diizinkan untuk meminum air dari Sungai Lethe untuk melupakan kehidupan mereka sebelumnya.[21] Sungai juga muncul dalam deskripsi tentang surga dalam agama Abrahamik, dimulai dengan kisah Kejadian.[21] Sebuah sungai yang berhulu di Taman Eden mengairi taman tersebut dan kemudian bercabang menjadi empat sungai yang mengalir untuk menyediakan air bagi dunia. Sungai-sungai ini meliputi Tigris dan Efrat, serta dua sungai yang kemungkinan bersifat apokrif tetapi mungkin merujuk pada sungai Nil dan Gangga.[21] Al-Qur'an menggambarkan keempat sungai ini masing-masing mengalirkan air, susu, anggur, dan madu.[21]

Kitab Kejadian juga memuat kisah tentang air bah yang besar.[21] Mitos serupa juga terdapat dalam Epos Gilgamesh, mitologi Sumeria, dan dalam budaya-budaya lainnya.[21][34] Dalam Kitab Kejadian, peran air bah adalah untuk menyucikan Bumi dari kejahatan umat manusia. Tindakan air yang berfungsi untuk menyucikan manusia dalam arti ritualistik telah dibandingkan dengan ritual baptisan umat Kristen, yang terkenal dengan Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan.[21] Banjir juga muncul dalam mitologi Nordik, di mana dunia dikatakan muncul dari suatu kehampaan yang dialiri oleh sebelas sungai. Agama Aborigin Australia dan mitologi Mesoamerika juga memiliki kisah tentang air bah, yang beberapa di antaranya tidak menyisakan penyintas satu pun, tidak seperti air bah Abrahamik.[21]

Sebuah kastil yang dibangun di sisi sungai dengan serangkaian tangga yang mengarah turun ke dalamnya.
Ghat di sepanjang sungai Gangga adalah tangga-tangga yang memungkinkan orang-orang untuk mandi dan melarung abu jenazah.[35]

Bersamaan dengan sungai-sungai mitologis, agama-agama juga memelihara sungai-sungai tertentu sebagai sungai suci.[21] Agama Kelt kuno memandang sungai sebagai dewi. Sungai Nil memiliki banyak dewa yang dikaitkan dengannya. Air mata dewi Isis dikatakan sebagai penyebab banjir tahunan sungai tersebut, yang itu sendiri dipersonifikasikan oleh dewa Hapi. Banyak agama di Afrika menganggap sungai-sungai tertentu sebagai sumber kehidupan. Dalam agama Yoruba, Yemọja menguasai Sungai Ogun di wilayah yang kini menjadi bagian dari Nigeria dan bertanggung jawab dalam menciptakan semua anak dan ikan.[21] Beberapa sungai suci memiliki larangan agama yang melekat padanya, seperti tidak diizinkan untuk meminum air darinya atau menaiki perahu di sepanjang ruas sungai tertentu. Dalam agama-agama tersebut, seperti yang dianut oleh suku Altai di Rusia, sungai dianggap sebagai makhluk hidup yang harus diberi penghormatan.[21]

Sungai adalah beberapa tempat paling suci dalam agama Hindu.[21] Terdapat bukti arkeologis yang menunjukkan adanya pemandian ritual massal di sungai-sungai setidaknya 5.000 tahun yang lalu di lembah sungai Indus.[21] Meskipun sebagian besar sungai di India dihormati, sungai Gangga adalah yang paling disucikan.[35] Sungai ini memiliki peran sentral dalam berbagai mitos Hindu, dan airnya dikatakan memiliki khasiat penyembuhan serta penghapusan dosa.[21] Umat Hindu percaya bahwa ketika sisa jenazah seseorang yang telah dikremasi dilarung ke sungai Gangga, jiwanya dibebaskan dari dunia fana.[35]

Ancaman

Citra satelit dari sebuah sungai yang mengering.
Sungai Colorado kini mengering di gurun Meksiko, alih-alih mengalir ke laut, akibat pengalihan air untuk keperluan pertanian.[36]

Ikan air tawar merupakan 40% dari spesies ikan di dunia, tetapi 20% dari spesies tersebut diketahui telah punah dalam beberapa tahun terakhir.[37] Pemanfaatan sungai oleh manusia membuat spesies-spesies ini menjadi sangat rentan.[37] Bendungan dan perubahan rekayasa lainnya pada sungai dapat menghalangi rute migrasi ikan dan menghancurkan habitatnya.[38] Sungai yang mengalir bebas dari hulu ke laut memiliki kualitas air yang lebih baik, dan juga mempertahankan kemampuannya untuk mengangkut aluvium kaya unsur hara serta bahan organik lainnya ke hilir, sehingga menjaga ekosistem tetap sehat.[38] Pembuatan danau mengubah habitat pada bagian air tersebut, menghalangi transportasi sedimen, serta mencegah pembentukan kelokan sungai yang alami.[27] Bendungan menghalangi migrasi ikan seperti salmon yang mana tangga ikan dan sistem jalan pintas lainnya telah diupayakan, tetapi hal ini tidak selalu efektif.[27]

Polusi dari pabrik dan daerah perkotaan juga dapat merusak kualitas air.[37][31] Zat per- dan polifluoroalkil (PFAS) adalah bahan kimia yang banyak digunakan dan terurai dalam waktu yang lambat.[39] Zat ini telah ditemukan di dalam tubuh manusia dan hewan di seluruh dunia, serta di dalam tanah, dengan potensi dampak kesehatan yang negatif.[39] Penelitian tentang cara menghilangkannya dari lingkungan, dan seberapa berbahayanya paparannya, masih terus berlangsung.[39] Pupuk dari lahan pertanian dapat memicu perkembangbiakan ganggang di permukaan sungai dan samudra, yang menghalangi oksigen dan cahaya untuk larut ke dalam air, sehingga membuat kehidupan bawah air mustahil untuk bertahan hidup di area yang disebut zona mati ini.[26]

Sungai perkotaan biasanya dikelilingi oleh permukaan kedap air seperti batu, aspal, dan beton.[21] Kota-kota sering kali memiliki saluran air hujan yang mengarahkan air ini ke sungai. Hal ini dapat menyebabkan risiko banjir karena masuknya air dalam jumlah besar ke sungai. Akibat permukaan kedap air ini, sungai-sungai tersebut sering kali hanya membawa sangat sedikit aluvium, sehingga menyebabkan erosi yang lebih besar setelah sungai keluar dari area kedap air tersebut.[21] Secara historis, merupakan hal yang umum jika air limbah diarahkan langsung ke sungai melalui sistem saluran pembuangan tanpa diolah terlebih dahulu, bersamaan dengan polusi dari industri. Hal ini telah mengakibatkan hilangnya kehidupan hewan dan tumbuhan di sungai-sungai perkotaan, serta penyebaran penyakit bawaan air seperti kolera.[21] Di era modern, pengolahan air limbah dan pengendalian polusi dari pabrik telah meningkatkan kualitas air sungai perkotaan.[21]

Pegunungan bersalju di atas sebuah danau
Menyusutnya salju di Pegunungan Rocky diperkirakan akan menurunkan permukaan air di Amerika Serikat Barat.

Perubahan iklim dapat mengubah siklus banjir dan pasokan air yang tersedia untuk sungai.[37] Banjir dapat menjadi lebih besar dan lebih merusak daripada yang diperkirakan, sehingga menyebabkan kerusakan pada area sekitarnya. Banjir juga dapat menyapu bahan kimia dan sedimen yang tidak sehat ke dalam sungai.[38] Kekeringan dapat menjadi lebih parah dan lebih lama, yang menyebabkan debit air sungai menyusut hingga tingkat yang berbahaya.[37] Hal ini sebagian disebabkan oleh proyeksi hilangnya tumpukan salju di pegunungan, yang berarti bahwa salju yang mencair tidak dapat mengisi kembali sungai-sungai selama bulan-bulan musim panas yang hangat, sehingga menyebabkan permukaan air yang lebih rendah.[38] Sungai dengan permukaan air yang lebih rendah juga memiliki suhu yang lebih hangat, sehingga mengancam spesies seperti salmon yang lebih menyukai suhu hulu yang lebih dingin.[38]

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatur eksploitasi sungai guna melestarikan fungsi ekologisnya.[37] Banyak area lahan basah yang telah dilindungi dari pembangunan. Pembatasan penggunaan air dapat mencegah mengeringnya sungai secara total. Pembatasan pembangunan bendungan, serta pembongkaran bendungan, dapat memulihkan habitat alami spesies sungai.[27] Pihak regulator juga dapat memastikan pelepasan air secara teratur dari bendungan agar habitat hewan tetap mendapatkan pasokan air.[27] Pembatasan polutan seperti pestisida dapat membantu meningkatkan kualitas air.[37]

Sungai ekstraterestrial

Lanskap bulan berwarna jingga, memperlihatkan tanah Mars yang berkarat. Jejak di pasir menunjukkan tempat sungai pernah mengalir, dalam bentuk menyerupai fraktal.
Jaringan lembah sungai yang telah mengering di Mars

Saat ini, permukaan Mars tidak memiliki air berwujud cair. Semua air di Mars merupakan bagian dari tudung es permafrost, atau uap air dalam jumlah kecil di atmosfer.[40] Akan tetapi, terdapat bukti bahwa sungai pernah mengalir di Mars setidaknya selama 100.000 tahun.[41] Hellas Planitia adalah kawah yang tertinggal akibat tumbukan asteroid. Kawah ini memiliki batuan sedimen yang terbentuk 3,7 miliar tahun yang lalu, dan padang lava yang berusia 3,3 miliar tahun.[41] Citra beresolusi tinggi dari permukaan dataran tersebut menunjukkan bukti adanya jaringan sungai, dan bahkan delta sungai.[41][42] Citra-citra ini memperlihatkan saluran yang terbentuk di bebatuan, yang dikenali oleh para ahli geologi yang mempelajari sungai di Bumi sebagai bentang alam yang dibentuk oleh sungai,[41] serta bentang alam "undak dan lereng" (bench and slope), yaitu singkapan batuan yang menunjukkan bukti terjadinya erosi sungai. Formasi ini tidak hanya menunjukkan bahwa sungai pernah ada, tetapi juga pernah mengalir dalam jangka waktu yang lama, dan merupakan bagian dari siklus air yang melibatkan presipitasi.[41]

Istilah flumen, dalam geologi planet, merujuk pada saluran di Titan, bulan milik planet Saturnus, yang mungkin membawa cairan.[43][44] Sungai-sungai di Titan mengalirkan cairan metana dan etana. Terdapat lembah-lembah sungai yang menunjukkan terjadinya erosi gelombang, laut, dan samudra.[44] Para ilmuwan berharap dapat mempelajari sistem ini untuk melihat bagaimana pantai terkikis tanpa adanya pengaruh aktivitas manusia, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan saat mempelajari sungai-sungai terestrial.[44]

Lihat pula

Umum

  • Daftar sungai
  • Daftar air terjun
  • Pasang surut garam
  • Konflik air
  • Parameter kualitas lingkungan air tawar
  • Potamologi
  • Limnologi
  • Sungai kapur

Penyeberangan

  • Jembatan
  • Feri
  • Arungan
  • Terowongan

Transportasi

  • Tongkang
  • Rakit
  • Transportasi sungai
  • Perahu sungai
  • Pelayaran
  • Kapal uap
  • Jalur tunda
  • Yacht

Referensi

  1. 1 2 "River". Cambridge Dictionary. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 June 2024. Diakses tanggal 23 July 2024.
  2. 1 2 3 Langbein, W.B.; Iseri, Kathleen T. (1995). "Hydrologic Definitions: Stream". Manual of Hydrology: Part 1. General Surface-Water Techniques (Water Supply Paper 1541-A). Reston, VA: United States Geological Survey. doi:10.3133/wsp1541A. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 May 2012.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "Rivers, Streams, and Creeks". Water Science School. United States Geological Survey. 6 June 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 July 2024. Diakses tanggal 14 July 2024.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Rivers and the Landscape". Water Science School. United States Geological Survey. 6 June 2018. Diakses tanggal 14 July 2024.
  5. ↑ "River Systems and Fluvial Landforms". Geologic Tour. National Park Service. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 July 2024. Diakses tanggal 14 July 2024.
  6. 1 2 Warner, Hugh (2 July 2024). "What determines the directional flow of rivers in the United States?". Geographic FAQ Hub: Answers to Your Global Questions. Diakses tanggal 1 August 2024.
  7. 1 2 3 4 5 6 7 Vernon-Harcourt, Leveson Francis (1896). Rivers and Canals: Rivers. Clarendon Press. hlm. 14–19.
  8. ↑ "Geology – Grand Canyon National Park (U.S. National Park Service)". National Park Service. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2021. Diakses tanggal 14 July 2024.
  9. ↑ "Waterfall". education.nationalgeographic.org. 19 October 2023. Diakses tanggal 1 August 2024.
  10. 1 2 3 Twidale, C.R. (20 March 2004). "River pattersn and their meaning" (PDF). Earth-Science Reviews. 67 (3): 159–218. Bibcode:2004ESRv...67..159T. doi:10.1016/j.earscirev.2004.03.001 – via Elsevier Science Direct.
  11. 1 2 Griffiths, Peter G.; Hereford, Richard; Webb, Robert H. (2006). "Sediment yield and runoff frequency of small drainage basins in the Mojave Desert, California and Nevada". United States Geological Survey. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 August 2024. Diakses tanggal 1 August 2024.
  12. 1 2 3 "Floodplains – All About Watersheds". allaboutwatersheds.org. Diakses tanggal 14 July 2024.
  13. 1 2 Baubinienė, Aldona; Satkūnas, Jonas; Taminskas, Julius (February 2015). "Formation of fluvial islands and its determining factors, case study of the River Neris, the Baltic Sea basin". Geomorphology. 231: 343–352. Bibcode:2015Geomo.231..343B. doi:10.1016/j.geomorph.2014.12.025. ISSN 0169-555X.
  14. 1 2 3 Shanafield, Margaret; Bourke, Sarah A; Zimmer, Margaret A; Costigan, Katie H (March 2021). "An overview of the hydrology of non-perennial rivers and streams". WIREs Water. 8 (2) e1504. Bibcode:2021WIRWa...8E1504S. doi:10.1002/wat2.1504. ISSN 2049-1948.
  15. 1 2 Arellano, Astrid (29 May 2024). "Yucatán Peninsula's hidden underground life tracks changes at the surface". Mongabay Environmental News. Diakses tanggal 22 July 2024.
  16. 1 2 3 Howard, Brian Clark (1 January 2017). "11 Rivers Forced Underground". Environment. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 July 2024. Diakses tanggal 22 July 2024.
  17. ↑ Jasechko, Scott; Seybold, Hansjörg; Perrone, Debra; Fan, Ying; Kirchner, James W. (18 March 2021). "Widespread potential loss of streamflow into underlying aquifers across the USA". Nature. 591 (7850): 391–395. doi:10.1038/s41586-021-03311-x.
  18. 1 2 "Delta Landforms (U.S. National Park Service)". National Park Service. Diakses tanggal 14 July 2024.
  19. 1 2 3 Harrel, Richard C.; Dorris, Troy C. (1968). "Stream Order, Morphometry, Physico-Chemical Conditions, and Community Structure of Benthic Macroinvertebrates in an Intermittent Stream System". The American Midland Naturalist. 80 (1): 220–251. doi:10.2307/2423611. ISSN 0003-0031. JSTOR 2423611. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 July 2024. Diakses tanggal 1 August 2024.
  20. ↑ Strahler, Arthur N. (December 1957). "Quantitative analysis of watershed geomorphology". Eos, Transactions American Geophysical Union. 38 (6): 913–920. doi:10.1029/TR038i006p00913.
  21. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 Middleton, Nick (26 April 2012). ""Introduction", "River ecology", "The Amazon: mightiest of them all", "River floods", "Sacred flows", "The first civilizations", "Natural barriers", "River rights and conflicts", "Water power", "Tamed rivers"". Rivers: A Very Short Introduction. New York City: Oxford University Press (dipublikasikan 2012). ISBN 978-0-19-958867-1.
  22. 1 2 Vannote, Robin L.; Minshall, G. Wayne; Cummins, Kenneth W.; Sedell, James R.; Cushing, Colbert E. (1980-01-01). "The River Continuum Concept". Canadian Journal of Fisheries and Aquatic Sciences (dalam bahasa Inggris). 37 (1): 130–137. doi:10.1139/f80-017. ISSN 0706-652X.
  23. 1 2 "River Continuum Concept". Minnesota Department of Natural Resources. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 July 2024. Diakses tanggal 15 July 2024.
  24. 1 2 3 McCabe, Declan (2011). "Rivers and Streams: Life in Flowing Water | Learn Science at Scitable". Nature. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2023. Diakses tanggal 22 July 2024.
  25. ↑ Shearer, Carol A.; Descals, Enrique; Kohlmeyer, Brigitte; Kohlmeyer, Jan; Marvanová, Ludmila; Padgett, David; Porter, David; Raja, Huzefa A.; Schmit, John P.; Thorton, Holly A.; Voglymayr, Hermann (January 2007). "Fungal biodiversity in aquatic habitats". Biodiversity and Conservation (dalam bahasa Inggris). 16 (1): 49–67. Bibcode:2007BiCon..16...49S. doi:10.1007/s10531-006-9120-z. ISSN 0960-3115.
  26. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Alexander, Jason S.; Wilson, Richard C.; Green, W. Reed (2012). "A brief history and summary of the effects of river engineering and dams on the Mississippi River system and delta". Circular (Report). United States Geological Survey. doi:10.3133/cir1375. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 July 2024. Diakses tanggal 28 July 2024.
  27. 1 2 3 4 5 6 Collier, Michael; Webb, Robert H.; Schmidt, John C. (1996). "Dams and Rivers: A Primer on the Downstream Effects of Dams". Circular (Report). United States Geological Survey. doi:10.3133/cir1126.
  28. 1 2 3 4 5 Rivers in History: Perspectives on Waterways in Europe and North America. University of Pittsburgh Press. 2008. doi:10.2307/jj.490884.5. ISBN 978-0-8229-4345-7.
  29. 1 2 3 "When Rivers are Borders". NASA Earth Observatory. 17 September 2020. Diakses tanggal 17 July 2024.
  30. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Macklin, Mark G.; Lewin, John (3 February 2015). "The rivers of civilization" (PDF). Quaternary Science Reviews. 114: 228–244. Bibcode:2015QSRv..114..228M. doi:10.1016/j.quascirev.2015.02.004. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 18 July 2024. Diakses tanggal 30 July 2024 – via Elsevier Science Direct.
  31. 1 2 3 4 Francis, Robert A. (June 2012). "Positioning urban rivers within urban ecology". Urban Ecosystems. 15 (2): 285–291. Bibcode:2012UrbEc..15..285F. doi:10.1007/s11252-012-0227-6. ISSN 1083-8155.
  32. ↑ Nouvian, Tom (17 July 2024). "Paris mayor dips into the Seine River to showcase its improved cleanliness before Olympic events". Associated Press News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 July 2024. Diakses tanggal 22 July 2024.
  33. 1 2 "Isar-Plan – Water management plan and restoration of the Isar river, Munich (Germany)". Climate Adapt. 2020. Diakses tanggal 22 July 2024.
  34. ↑ Trimarchi, Maria (23 September 2023). "The Great Flood: More Than a Myth?". HowStuffWorks. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 July 2024. Diakses tanggal 17 July 2024.
  35. 1 2 3 Franklin-Wallis, Oliver (30 November 2023). "Inside India's Gargantuan Mission to Clean the Ganges River". Wired. ISSN 1059-1028. Diakses tanggal 17 July 2024.
  36. ↑ "Endpoint of the Colorado River, Mexico | U.S. Geological Survey". United States Geological Survey. 6 June 2018. Diakses tanggal 18 July 2024.
  37. 1 2 3 4 5 6 7 "The Threats Facing Freshwater Habitats". Environment. 9 October 2010. Diakses tanggal 18 July 2024.
  38. 1 2 3 4 5 Lohan, Tara (12 October 2022). "5 big threats to rivers". World Economic Forum. Diakses tanggal 18 July 2024.
  39. 1 2 3 "PFAS Explained". epa.gov. 30 March 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 December 2022. Diakses tanggal 18 July 2024.
  40. ↑ "Mars Education | Developing the Next Generation of Explorers". marsed.asu.edu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 August 2017. Diakses tanggal 15 October 2024.
  41. 1 2 3 4 5 "Deep, Perennial or Semi-Perennial Rivers Flowed on Early Mars | Sci.News". Sci.News: Breaking Science News (dalam bahasa American English). 7 May 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 December 2024. Diakses tanggal 15 October 2024.
  42. ↑ Berard, Adrienne (23 October 2023). "Curiosity rover finds new evidence of ancient Mars rivers, a key signal for life | Penn State University". psu.edu. Diakses tanggal 15 October 2024.
  43. ↑ Hargitai, Henrik (2021), "[Flumen], Flumina", dalam Hargitai, Henrik; Kereszturi, Ákos (ed.), Encyclopedia of Planetary Landforms (dalam bahasa Inggris), New York, NY: Springer, hlm. 1, doi:10.1007/978-1-4614-9213-9_167-1, ISBN 978-1-4614-9213-9, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 December 2024, diakses tanggal 15 October 2024
  44. 1 2 3 Chu, Jennifer (19 June 2024). "Study: Titan's lakes may be shaped by waves". MIT News | Massachusetts Institute of Technology (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 15 October 2024.

Pranala luar

Cari tahu mengenai Sungai pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Definisi dan terjemahan dari Wiktionary
Gambar dan media dari Commons
Berita dari Wikinews
Kutipan dari Wikiquote
Teks sumber dari Wikisource
Buku dari Wikibuku
  • iconPortal Lingkungan
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Israel
Lain-lain
  • NARA

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Topografi
  2. Definisi
  3. Sumber dan daerah aliran sungai
  4. Aliran
  5. Titik akhir sungai
  6. Klasifikasi
  7. Ekologi
  8. Model
  9. Pergerakan organisme
  10. Pemanfaatan oleh manusia
  11. Infrastruktur
  12. Sejarah
  13. Politik
  14. Agama dan mitologi
  15. Ancaman
  16. Sungai ekstraterestrial

Artikel Terkait

Daerah tangkapan air

hidrologi, konservasi tanah dan air, serta perencanaan infrastruktur sumber daya air. Asdak (2010) mendefinisikan, Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai suatu

Aliran air

Aliran air adalah sebuah badan air permukaan yang terus menerus mengalir pada sembir dan dasar sungai sebuah batang. Tergantung lokasi atau ciri khasnya

Hidrologi pegunungan

cabang ilmu hidrologi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026