Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAdramelekh
Artikel Wikipedia

Adramelekh

Adramelekh (Adrammelek) merupakan nama salah satu dewa yang terdapat di Alkitab yaitu dalam 2 Raja-raja 17:31. Nama Adrammelek berasal dari bagian barat semit. Nama ini berarti yang mulia adalah raja. Nama Adrammelek ini juga mempunyai kaitan dengan Baal. Hal ini dikarenakan nama Adrammelek juga bisa menjadi kata sifat yaitu addir-melek. Kata sifat ini dikenakan pada Baal. Hal ini ditunjukkan dalam teks yang berasal dari Ugarit. Ia merupakan dewa dari orang Sefarwaim. Suku Sefarwaim merupakan salah satu suku yang dibawa oleh Sargon II ke Samaria setelah kehancuran yang terjadi pada tahun 722 Sebelum Masehi. Orang Sefarwaim menyembah Adramelek bersama pasangannya yang bernama Anammelek. Salah satu bentuk penyembahan orang Sefarwaim kepada Adrammelek dan Anammelek adalah dengan mempersembahkan bayi mereka. Mereka mempersembahkan bayi mereka dengan cara dibakar. Namun, tidak begitu banyak data mengenai dewa ini. Hal ini didukung dengan tidak disebutkannya nama Adrammelek dalam tulisan Babilonia maupun Asyur.

Wikipedia article
Diperbarui 3 Agustus 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Adramelekh
Infobox orangAdramelekh

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Data pribadi
AgamaAgama Semitik Kuno Suntingan nilai di Wikidata

Adramelekh (Adrammelek) merupakan nama salah satu dewa yang terdapat di Alkitab yaitu dalam 2 Raja-raja 17:31.[1] Nama Adrammelek berasal dari bagian barat semit.[2] Nama ini berarti yang mulia adalah raja.[2] Nama Adrammelek ini juga mempunyai kaitan dengan Baal.[1] Hal ini dikarenakan nama Adrammelek juga bisa menjadi kata sifat yaitu addir-melek.[1] Kata sifat ini dikenakan pada Baal.[1] Hal ini ditunjukkan dalam teks yang berasal dari Ugarit.[1] Ia merupakan dewa dari orang Sefarwaim.[1] Suku Sefarwaim merupakan salah satu suku yang dibawa oleh Sargon II ke Samaria setelah kehancuran yang terjadi pada tahun 722 Sebelum Masehi.[2] Orang Sefarwaim menyembah Adramelek bersama pasangannya yang bernama Anammelek.[1] Salah satu bentuk penyembahan orang Sefarwaim kepada Adrammelek dan Anammelek adalah dengan mempersembahkan bayi mereka.[1] Mereka mempersembahkan bayi mereka dengan cara dibakar.[1] Namun, tidak begitu banyak data mengenai dewa ini.[2] Hal ini didukung dengan tidak disebutkannya nama Adrammelek dalam tulisan Babilonia maupun Asyur.[2]

Adramelekh putra Sanherib

Tercatat dalam Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama di Alkitab Kristen) ada seorang tokoh bernama "Adramelekh" (Adrammelech) yang adalah putra dan sekaligus pembunuh Sanherib, raja Asyur pada 2 Raja-raja 19:37[3] and Yesaya 37:38.[4] Dalam bahasa Akkadia namanya ditulis sebagai Arda-mulishshi,[5] dengan keterangan sebagai seorang putra yang memberontak terhadap Sanherib, ayahnya.

Lihat pula

  • Daftar tokoh Alkitab yang diidentifikasi dalam sumber di luar Alkitab

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Karel Van De Toorn, et.all. 1999. Dictionary of deities and Demons in the Bible. Hlm 10-11.
  2. 1 2 3 4 5 David Noel Freedman. 2000. Eerdmans Dictionary of The Bible. Grands Rapids, Michigan: Wm B. Eerdmans. Hlm 22.
  3. ↑ 2 Raja–raja 19:37 (Terjemahan Baru): Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
  4. ↑ Yesaya 37:38 (Terjemahan Baru): Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
  5. ↑ Gösta Werner Ahlström (1993). The History of Ancient Palestine. Fortress Press. hlm. 716. ISBN 978-0-8006-2770-6.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Adramelekh putra Sanherib
  2. Lihat pula
  3. Referensi

Artikel Terkait

Hizkia

menggantikan Sanherib, ayahnya (dibunuh oleh anak-anaknya Sanherib sendiri, Adramelekh dan Sarezer). (menurut Rawlison ~681 SM?) Tahun ke-223 (tahun ke-17 Hizkia):

Asyurbanipal

Esarhadon menjadi raja setelah Sanherib mati dibunuh putra-putranya, Adramelekh dan Sarezer, yang kemudian melarikan diri ke wilayah Ararat, menurut catatan

Esarhadon

kuil dewanya, Sanherib dibunuh pada tahun 681 SM oleh putra-putranya, Adramelekh dan Sarezer, yang kemudian melarikan diri ke wilayah Ararat, menurut catatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026