Baobab atau ki tambleg atau kaki gajah adalah nama umum dari sebuah genus (Adansonia) yang terdiri dari delapan spesies pohon asli Madagaskar, Afrika daratan dan Australia. Spesies Afrika daratan juga ada di Madagaskar, tetapi tidak asli negara itu. Nama umum lainnya adalah boab dan boaboa. Spesies ini mencapai tinggi antara 5–25 m. Mereka menyimpan air di dalam batang mereka, dengan kapasitas di atas 120.00 liter untuk bertahan dalam kondisi lingkungan sekitar mereka.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Baobab | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Malvales |
| Famili: | Malvaceae |
| Subfamili: | Bombacoideae |
| Genus: | Adansonia L. |
| Spesies | |
|
Lihat teks | |
Baobab atau ki tambleg atau kaki gajah adalah nama umum dari sebuah genus (Adansonia) yang terdiri dari delapan spesies pohon asli Madagaskar, Afrika daratan dan Australia. Spesies Afrika daratan juga ada di Madagaskar, tetapi tidak asli negara itu. Nama umum lainnya adalah boab dan boaboa. Spesies ini mencapai tinggi antara 5–25 m. Mereka menyimpan air di dalam batang mereka, dengan kapasitas di atas 120.00 liter untuk bertahan dalam kondisi lingkungan sekitar mereka.[1]
Baobab diduga masuk ke Indonesia saat perdagangan laut melalui pedagang Timur Tengah.[2] Tumbuhan ini dikenal sebagai Asem Buto atau Ki Tambleg dan awalnya tidak dikenal fungsinya. Pada tahun 2010, sepuluh pohon di lahan perkebunan tebu PT PG Rajawali 2 di Subang ke Kampus Universitas Indonesia, Depok.[3] Namun salah satu pohon di depan perpustakaan sempat tumbang.[4] Pohon ini juga dirawat di Kebun Raya Bogor.[5]
Pada Bulan September 2013, Waduk Ria Rio mulai dibersihkan dan dibuat taman dengan salah satunya diisi dengan pohon Baobab di bagian selatan waduk.[6]
Pohon baobab selain digunakan untuk menampung cadangan air yang banyak dalam batangnya, daunnya juga bisa dimakan dengan cara direbus terlebih dahulu. Buahnya mengandung vitamin C 10 kali lebih banyak dibanding jeruk. Sementara bijinya untuk bahan kosmetik dan obat. Kulit Kayu pohon ini juga bisa dianyam untuk dijadikan wadah, tali atau topi.[7]