Action Française adalah organisasi politik sayap kanan di Prancis. Namanya yang sama juga digunakan oleh sebuah jurnal yang berkait erat dengan gerakan politik yang sama. Tujuan Action Française adalah memperjuangkan, mempropagandakan serta mengamplifikasi pandangan dan sentimen anti semitisme dengan semangat nasionalisme yang sangat kentara. Ideologi Action Française, terutama korporasi negara dan paham nasionalisme, berasal dari pengaruh pemikiran Benito Mussolini.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aksi Prancis Action française | |
|---|---|
| Singkatan | AF |
| Sekretaris Umum | Olivier Perceval |
| Founders | |
| Dibentuk | 20 Juni 1899 (1899-06-20) |
| Dipisah dari | Ligue de la patrie française[3] |
| Kantor pusat | 10 rue Croix-des-Petits-Champs, 75001 Paris |
| Surat kabar | |
| Sayap pelajar | Fédération nationale des étudiants d'Action française |
| Sayap pemuda | Camelots du Roi |
| Women's wing | Ladies of the French Action |
| Think tank | Institut d'Action française[4] |
| Keanggotaan | |
| Ideologi | |
| Posisi politik | Kanan Jauh[15][16] |
| Agama | Katholik Roma |
| Afiliasi internasional | International Monarchist Conference |
| Warna | Biru Royal Kuning |
| Himne | La Royale[17] |
| Situs web | |
| actionfrancaise.net | |

Action Française adalah organisasi politik sayap kanan di Prancis. Namanya yang sama juga digunakan oleh sebuah jurnal yang berkait erat dengan gerakan politik yang sama (terbit mulai 21 Maret 1908 hingga 24 Agustus 1944).[18] Tujuan Action Française adalah memperjuangkan, mempropagandakan serta mengamplifikasi pandangan dan sentimen anti semitisme dengan semangat nasionalisme yang sangat kentara. Ideologi Action Française, terutama korporasi negara dan paham nasionalisme, berasal dari pengaruh pemikiran Benito Mussolini.[19]
Action Française sebagai sebuah gerakan dan jurnal diinisiasi oleh Maurice Pujo dan Henri Vaugeoi pada tahun 1899 sebagai sebuah reaksi terhadap terhadap intervensi kaum intelektual bertendensi kiri yang diwakili oleh Alfred Dreyfus.[18] Tak lama setelah pembentukannya, Charles Maurras segera bergabung dalam Action Française kemudian menjadi ideologis utama gerakan politk ini. Di bawah pengaruh Maurras, Action Française berubah menjadi organisasi politik yang bersifat monarkis, anti revolusioner dan anti demokrasi. Di bawah pimpinan Maurras, Action Française mendukung nasionalisme integral dan nilai-nilai katolik.[18]
Tak lama setelah pendiriannya, Action Française segera berusaha mempengaruhi publik dengan mengubah jurnalnya menjadi sebuah koran harian. Guna mewujudukan maksudnya, Action Française mendirikan berbagai macam organisasi. Pada tahun 1914, Action Française telah makin terstruktur dan menjadi salah satu gerakan nasionalis yang terpandang. Pengaruh Action Française makin kentara pada tahun setelah Perang Dunia Pertama. Sayangnya, pengaruhnya menurun mulai tahun 1926. Keadaan ini makin diperparah dengan populernya fasisme dan putusnya hubungan mereka dengan Gereja Katolik. Selama Perang Dunia kedua, Action Française mendukung Rezim Vichy. Setelah tumbangnya Rezim Vichy, koran Action Française dilarang terbit dan Charles Maurras dihukum tetapi bukan sebagai kolaborator, melainkan karena kasus korupsi.[19]
... fascist Italy ... developed a state structure known as the corporate state with the ruling party acting as a mediator between 'corporations' making up the body of the nation. Similar designs were quite popular elsewhere in the 1930s. The most prominent examples were Estado Novo in Portugal (1932–1968) and Brazil (1937–1945), the Austrian Standestaat (1933–1938), and authoritarian experiments in Estonia, Romania, and some other countries of East and East-Central Europe,