Abadi Nan Jaya adalah sebuah film horor menegangkan bertema mayat hidup Indonesia tahun 2025 yang disutradarai, diproduksi, dan ditulis oleh Kimo Stamboel. Film ini dibintangi oleh Mikha Tambayong, Eva Celia, Donny Damara, dan Marthino Lio, dengan alur cerita yang berpusat pada keluarga pemilik usaha jamu turun-temurun bernama "Wani Waras" yang mencoba berinovasi dengan menciptakan ramuan jamu baru.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Abadi Nan Jaya | |
|---|---|
Poster rilis | |
| Nama lain | |
| Inggris | The Elixir |
| Sutradara | Kimo Stamboel |
| Produser |
|
| Ditulis oleh |
|
| Pemeran | |
| Penata musik | Fajar Yuskemal |
| Sinematografer | Patrick Tashadian |
| Penyunting | Fachrun Daud |
Perusahaan produksi | Mowin Pictures |
| Distributor | Netflix |
Tanggal rilis |
|
| Negara | Indonesia |
| Bahasa |
|
Abadi Nan Jaya (Inggris: The Elixir) adalah sebuah film horor menegangkan bertema mayat hidup Indonesia tahun 2025 yang disutradarai, diproduksi, dan ditulis oleh Kimo Stamboel.[1][2] Film ini dibintangi oleh Mikha Tambayong, Eva Celia, Donny Damara, dan Marthino Lio, dengan alur cerita yang berpusat pada keluarga pemilik usaha jamu turun-temurun bernama "Wani Waras" yang mencoba berinovasi dengan menciptakan ramuan jamu baru.
Abadi Nan Jaya dirilis oleh Netflix pada 23 Oktober 2025.
Sadimin adalah pemilik perusahaan jamu tradisional turun temurun "Wani Waras" yang terobsesi dengan ide keabadian dengan menciptakan ramuan jamu yang bukan hanya menyembuhkan penyakit, tapi juga membuat manusia awet muda dan abadi. Sadimin memiliki dua orang anak: Kenes dan Bambang. Kenes selama ini tinggal di Jakarta bersama suaminya (Rudi) dan anaknya (Raihan), sedangkan Bambang selama ini tinggal bersama ayahnya. Sadimin memiliki istri bernama Karina yang ternyata adalah teman baik Kenes. Pernikahan tersebut tidak pernah diterima oleh Kenes dan membuat hubungannya dengan Karina dan ayahnya menjadi kurang baik. Berencana untuk segera pensiun, Sadimin berencana akan menjual perusahaannya ke perusahaan farmasi Nusa Farma, sementara Kenes dan Rudi sudah berencana akan bercerai, setelah Rudi ketahuan berhubungan seksual dengan salah satu petinggi Nusa Farma.
Cerita dibuka dengan adegan sebuah mobil yang melaju kencang di jalan kecil di pedesaan, menabrak dan merusak persiapan hajatan khitan warga Desa Wanirejo.[a] Saat salah seorang warga menghampiri dan membuka pintu mobil tersebut, sopirnya langsung menyergap dan menggigitnya. Lima jam sebelumnya, departemen R&D dari perusahaan Wani Waras baru saja selesai membuat sampel dari jamu baru yang diberi kode "ANJ" dengan kode produksi 23A setelah tiga bulan mengerjakannya. Walaupun bahan dari jamu tersebut belum disetujui oleh BPOM, mereka mengirim sampel-nya kepada Pak Sadimin dan Bu Grace. Di hari yang sama, Rudi, Kenes dan Raihan datang berkunjung ke Wanirejo. Setelah menerima sampel jamu dari perusahaannya, Sadimin langsung meminumnya. Tidak berapa lama kemudian, tubuh dan wajah Sadimin menjadi lebih muda, sehingga mengejutkan Karina dan anak-anaknya. Melihat efeknya yang luar biasa, Sadimin langsung berkata kepada Rudi dan Kenes bahwa dia tidak jadi menjual perusahaannya karena yakin jamu baru tersebut akan membuat perusahaannya menjadi perusahaan besar di masa depan. Kenes yang sudah memiliki rencana untuk membuka bisnis baru setelah bercerai dengan Rudi tidak bisa menerima keputusan ayahnya tersebut. Di saat mereka saling beragumen dan bertengkar, efek jamu ANJ mengakibatkan perubahan dalam tubuh Sadimin. Setelah muntah darah, Sadimin meninggal dan kemudian bangun kembali sebagai mayat hidup yang menyerang anggota keluarganya sendiri. Sadimin mulai menggigit pembantunya (Pardi) serta menyerang sopirnya (Aris) dan Bambang. Bambang yang berusaha mempertahankan diri secara tidak sengaja melepaskan panah dari senjata crossbow yang sedang dibawanya. Pardi yang terkena gigitan segera berubah menjadi zombi dan menggigit pembantu lainnya. Mencoba bertahan hidup dari ancaman pembantu-pembantu Sadimin yang telah berubah menjadi zombi, Bambang dan Kenes berlindung dalam mobil, sementara Karina, Rudi dan Mbok Sum berlari membawa Raihan melewati sawah-sawah. Mereka kemudian sepakat untuk bertemu di rumah pak Lurah. Di tempat lain, Aris yang mengendarai mobil untuk meminta bantuan polisi mulai berubah menjadi zombi dan menabrak persiapan hajatan khitan yang ditampilkan di awal film. Aris yang mulai menggigit warga menyebabkan efek berantai yang mengubah kumpulan warga yang menyiapkan hajatan menjadi zombi.
Dalam perjalanan ke tempat Pak Lurah, Mbok Sum terkena gigitan Aris. Setelah Bambang dan Kenes tiba di depan rumah pak Lurah, Kenes membunyikan klakson mobilnya untuk menginformasi letak keberadaan mereka. Bunyi klakson tersebut membuat para zombi mulai bergerak menyerang mereka. Bambang dan Kenes kemudian terlibat perdebatan sehingga membuat mobil mereka terguling setelah berusaha menghindari sebuah truk dan menabrak sebuah gerobak yang ada di pinggir jalan. Sopir truk tersebut berhenti untuk menolong mereka, tetapi kawanan zombi mulai menyerang para penumpang dan sopir truk tersebut. Di tempat lain, Rudi, Karina dan Raihan berlindung di salah satu rumah warga. Rudi yang mencoba melawan zombi Mbok Sum berhasil membunuhnya tetapi terinfeksi. Setelah berubah menjadi zombi, Rudi terbunuh setelah menghantam tuas pompa besi saat hendak menyerang Karina dan Raihan. Pemilik rumah tersebut (Ningsih) pulang dan menelpon pacarnya yang seorang polisi. Bambang dan Kenes berlari menyelamatkan diri ke kantor Polsek Wanirejo. Para polisi mencoba memeriksa keadaan tetapi diserang oleh kawanan zombi warga. Komandan polsek yang terkena gigitan kembali ke kantor dan segera berubah menjadi zombi. Di saat kondisi genting, Bambang menembak zombi komandan tersebut sebelum menyerang salah satu polisi yang ternyata adalah pacar Ningsih (Rahman). Rahman kemudian menghubungi Polres Sleman untuk meminta bantuan. Kenes kemudian menelpon Karina untuk menanyakan kabar Raihan dan mulai mengenang masa lalu mereka dan berbaikan. Kenes juga berpesan pada Karina untuk menjaga Raihan, bila sampai terjadi apa-apa padanya dan Bambang. Sebuah mobil dikirim oleh Polres Sleman tetapi dicegat dan diserang oleh kawanan zombi.
Saat hari mulai gelap, Rahman membuat rencana menggunakan kembang api untuk mengalihkan perhatian para zombi. Rahman, Bambang dan Kenes keluar dari kantor polisi dan menembak beberapa zombi sehingga menyebabkan kawanan zombi menyerbu mereka. Ketiganya menggunakan tameng polisi untuk mencegah para zombi yang mengepung menggigit mereka. Di saat terdesak, hujan turun menyebabkan para zombi berhenti menyerang. Setelah beberapa saat hujan berhenti menyebabkan zombi kembali agresif, di mana Kenes berhasil masuk dalam truk, sementara Bambang dan Rahman kembali berlindung di kantor polisi. Di tempat lain, zombi Rudi kembali menyerang Karina, Raihan dan Ningsih, sehingga mereka menggunakan sepeda motor untuk menuju ke kantor polisi. Setelah mencapai jalan di depan kantor polisi, mereka berhenti setelah melihat truk tempat Kenes berada. Pada saat para zombi hendak menyerang mereka, Kenes mengalihkan perhatian para zombi dengan sebuah kembang api yang diluncurkannya. Karina, Raihan, Kenes dan Ningsih akhirnya bersatu dan menggunakan truk menuju ke kantor polisi melindas kawanan zombi dalam perjalanannya. Truk menabrak kantor polisi sehingga tangki bahan bakarnya tercecer dan membuat kaki Bambang terjepit. Zombi menyerang ke dalam kantor polisi sehingga Rahman dan Ningsih tergigit. Di saat zombi sudah memenuhi kantor polisi, Bambang mengorbankan dirinya menggunakan kembang api untuk membakar seluruh yang ada di kantor polisi, sementara Kenes, Karina dan Raihan berhasil meloloskan diri. Di saat mereka berjalan, Kenes menunjukkan tangannya yang terinfeksi dan meminta Karina untuk membawa Raihan pergi. Kenes mengalihkan perhatian para zombi yang tersisa ke sawah dan bunuh diri.
Di Jakarta, Grace menerima sampel jamu ANJ yang dikirimkan perusahaan Wani Waras dan meminumnya. Tidak lama kemudian, Grace menunjukkan keriputnya yang hilang kepada suaminya.
Pada Juni 2024, Netflix mengumumkan proyek ini sebagai bagian dari daftar film Asia Tenggara mereka, bersama film zombi lainnya, Outside karya Carlo Ledesma dari Filipina.[3] Film ini kemudian dilaporkan akan dirilis pada tahun 2025.[4] Stamboel, penulis naskah bersama Agasyah Karim dan Khalid Kashogi, menyatakan bahwa ia ingin menciptakan film zombi yang benar-benar "Indonesia banget", bukan hanya dari latar dan bahasa, tetapi dari inti ceritanya, yang mencakup jamu, desa-desa Jawa, dan dinamika keluarga.[5]
Syuting utama berlangsung di sekitar Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.[6]
Seminggu setelah ditayangkan, film ini melonjak ke puncak peringkat global Netflix untuk film-film berbahasa non-Inggris dan menjadi film Netflix keempat terpopuler dengan menarik lebih dari 11 juta penonton.[5][8]