Akibat musim yang semenjana, Associazione Sportiva Roma kehilangan posisinya sebagai tim terbaik di kota Roma. Di bawah kepemimpinan manajer baru Vujadin Boškov - yang sebelumnya sukses bersama Sampdoria meraih gelar domestik dan mencapai final Piala Eropa - AS Roma ditimpa permasalahan yang mirip dengan musim sebelumnya, terlalu sering mengalami hasil seri dan gagal mengungguli lawan-lawannya secara taktik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Musim 1992–93 | |
| Presiden | Giuseppe Ciarrapico |
|---|---|
| Manajer | Vujadin Boškov |
| Stadion | Stadio Olimpico |
| Serie A | 10 |
| Coppa Italia | Runners-up |
| UEFA Cup | Perempat final |
| Pencetak gol terbanyak | Liga: Giuseppe Giannini (9) Seluruh kompetisi: Giuseppe Giannini (16) |
← 1991–92 1993–94 → | |
Akibat musim yang semenjana, Associazione Sportiva Roma kehilangan posisinya sebagai tim terbaik di kota Roma. Di bawah kepemimpinan manajer baru Vujadin Boškov - yang sebelumnya sukses bersama Sampdoria meraih gelar domestik dan mencapai final Piala Eropa - AS Roma ditimpa permasalahan yang mirip dengan musim sebelumnya, terlalu sering mengalami hasil seri dan gagal mengungguli lawan-lawannya secara taktik.
Posisi kesepuluh pun menjadi hasil akhir yang harus diterima klub, dengan hanya selisih tiga poin dari zona degradasi. Ditambah kegagalan di final Coppa Italia melawan Torino, Boskov pun meninggalkan posisinya sebagai manajer.