Anugerah Musik Indonesia adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) dengan gagasan dari Asosiasi Industri Rekaman (ASIRI), Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), serta Karya Cipta Indonesia (KCI). Konsep penghargaan ini mengacu pada National Academy of Recording Arts and Sciences (NARAS), komite yang menyelenggarakan Grammy Awards di Amerika Serikat. Selain itu, konsep penghargaan ini juga mengacu pada British Phonographic Industry (BIP), komite yang menyelenggarakan Brit Awards di Britania Raya. Dengan kehadiran Indonesian Music Awards pada tahun 2021, RCTI memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak dengan AMI setahun kemudian. Anugerah Musik Indonesia (AMI) atau AMI Awards adalah ajang penghargaan tertinggi bagi insan musik profesional di Indonesia. Acara ini sering dijuluki sebagai "Grammy-nya Indonesia" karena kredibilitas dan sejarah panjangnya dalam mengapresiasi karya musik tanah air.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Anugerah Musik Indonesia | |
|---|---|
| Diberikan untuk | Prestasi luar biasa di industri musik Indonesia |
| Disponsori | Sharp (2000–2003) Samsung (2004) |
| Negara | Indonesia |
| Dipersembahkan oleh | Yayasan Anugerah Musik Indonesia |
| Nama sebelumnya | BASF Awards dan HDX Awards (1985–1996) |
| Diberikan perdana | 29 November 1997 (1997-11-29) |
| Situs web | ami-awards |
| Siaran televisi/radio | |
| Saluran | Indosiar (1997–1999) RCTI (2000–2022) SCTV (2003) TPI (2006) Global TV (2006) TVRI (2006) Indonesiana TV (2023) Moji (2024) CNN Indonesia (2024) BTV (2024) Sin Po TV (2024) Garuda TV (2024–sekarang) Jawa Pos TV (2024) Astha TV (2025) |
Anugerah Musik Indonesia (sering disebut dan disingkat sebagai AMI Awards; dahulu BASF Awards dan HDX Awards) adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) dengan gagasan dari Asosiasi Industri Rekaman (ASIRI), Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), serta Karya Cipta Indonesia (KCI).[1] Konsep penghargaan ini mengacu pada National Academy of Recording Arts and Sciences (NARAS), komite yang menyelenggarakan Grammy Awards di Amerika Serikat. Selain itu, konsep penghargaan ini juga mengacu pada British Phonographic Industry (BIP), komite yang menyelenggarakan Brit Awards di Britania Raya. Dengan kehadiran Indonesian Music Awards pada tahun 2021, RCTI memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak dengan AMI setahun kemudian. Anugerah Musik Indonesia (AMI) atau AMI Awards adalah ajang penghargaan tertinggi bagi insan musik profesional di Indonesia. Acara ini sering dijuluki sebagai "Grammy-nya Indonesia" karena kredibilitas dan sejarah panjangnya dalam mengapresiasi karya musik tanah air.
Anugerah Musik Indonesia merupakan ajang penghargaan tertinggi bagi industri musik Indonesia yang statusnya setara dengan SCTV Awards, Indonesian Television Awards dan Indonesian Drama Series Awards untuk industri televisi dan Festival Film Indonesia untuk industri film.
Kedua ajang penghargaan tahunan ini pertama kali digelar pada tahun 1985. Setelah sebelas tahun digelar secara berturut-turut hingga tahun 1996, kedua ajang penghargaan ini kemudian dihilangkan dan diganti oleh Anugerah Musik Indonesia.
Kedua ajang penghargaan ini diadakan oleh produsen pita kaset masing-masing; yaitu pita kaset BASF dan pita kaset HDX. Pemilihan pemenang didasarkan atas 2 kategori, yaitu kategori penjualan dan kategori artistik. Pemenang untuk kategori penjualan dipilih berdasarkan penjualan tertinggi di masing-masing genre, seperti pop, rock, jazz, dan soul. Sementara untuk kategori artistik dipilih oleh juri khusus yang menilai pemenang berdasarkan kualitas karya musiknya.
AMI pertama kali digelar pada tahun 1997 sebagai penerus dari ajang penghargaan BASF serta HDX dan sampai tahun 2022 telah memiliki 25 penyelenggaraan. Pada tahun 2007, AMI sempat vakum dalam penyelenggaraan. Namun, pada tahun tersebut AMI Dangdut Awards digelar untuk pertama kalinya sebagai ajang penghargaan khusus untuk kategori musik dangdut. Sayangnya, ajang penghargaan tersebut tidak pernah diselenggarakan lagi pada tahun berikutnya.
Sepanjang sejarah perhelatannya, AMI telah menambah dan menghapus berbagai kategori penghargaannya. Selain menyajikan kategori-kategori reguler seperti Album Terbaik dan Penyanyi Terbaik di berbagai bidang musik, AMI juga memberikan beberapa penghargaan khusus tanpa nominasi. Lifetime Achievement Award diberikan setiap tahunnya khusus untuk orang-orang yang berjasa dalam perkembangan musik Indonesia. AMI juga pernah menganugerahi penghargaan Artis Asing Terbaik untuk Siti Nurhaliza pada tahun 2000, serta penghargaan khusus Artis Internasional Terbaik kepada Anggun C. Sasmi pada tahun 2006 atas pencapaiannya sebagai penyanyi Indonesia dengan karier internasional yang gemilang.[2]
Masing-masing dari tiga organisasi pendiri yaitu Asosiasi Industri Rekaman (ASIRI), Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), serta Karya Cipta Indonesia (KCI) awalnya menyumbangkan satu anggota dewan, di bawah arahan penyanyi country Indonesia, Tantowi Yahya. Di bawah dewan ini, terdapat dewan lain yang tidak terlalu kuat. Lebih jauh kemudian, terdapat divisi berdasarkan kekhususan, seperti Pemasaran, Komunikasi, dan Keanggotaan.[3] Pada tahun 2016, penyanyi sekaligus musisi berorientasi pop remaja dan jazz Dwiki Dharmawan menggantikan Yahya sebagai Ketua AMI.[4]
Anugerah Musik Indonesia memberikan penghargaan dalam berbagai kategori, setiap kategorinya mencakup kontribusi spesifik dari industri musik Indonesia. Kategori dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) telah beberapa kali mengalami perubahan.[5] Penghargaan tahun 2010 memiliki 35 kategori,[1] sementara pada tahun 2011 berjumlah 46 kategori.[6] Kategori ini bertambah menjadi 49 pada tahun 2017.[7]
Penghargaan umum mencakup beberapa penghargaan yang tidak dibatasi oleh genre musik:
Penghargaan lainnya diberikan pada pertunjukan dan produksi dalam genre musik yang berbeda, dan juga kontribusi lainnya seperti karya seni. Anugerah Musik Indonesia juga menyajikan penghargaan khusus yang diberikan untuk kontribusi jangka panjang bagi industri musik Indonesia seperti AMI Legend Award dan Lifetime Achievement Award (yang tidak setiap tahun disajikan).[2]
Majalah The Beat menggambarkan Anugerah Musik Indonesia sebagai "the Grammys a la Indonesia".[1]