Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

5,45 × 39 mm

5,45 × 39 mm adalah selongsong peluru (kartrid) perantara tanpa lembidang dengan leher botol. Kartrid ini mulai digunakan pada tahun 1974 oleh Uni Soviet untuk senapan AK-74 terbaru. Kartrid 5,45 × 39 mm secara bertahap melengkapi dan kemudian secara signifikan menggantikan kartrid 7,62 × 39 mm dalam dinas militer Soviet dan Pakta Warsawa sebagai kartrid senapan dinas militer utama.

Peluru Uni Soviet
Diperbarui 10 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

5,45 × 39 mm
5,45 × 39 mm

Kartrid 5,45 × 39 mm
Tipe Senapan
Negara asal  Uni Soviet
Sejarah penggunaan
Operasional 1974–sekarang
Digunakan oleh Uni Soviet/Federasi Rusia, bekas republik Soviet, bekas Pakta Warsawa
Perang Perang Afganistan, Perang Saudara Georgia, Perang Chechnya I, Perang Chechnya II, Perang Yugoslavia, Perang di Afganistan, Perang Saudara Suriah, Konflik Nagorno-Karabakh 2020, Invasi Rusia ke Ukraina
Sejarah produksi
Dirancang Awal 1970-an
Varian 5,45 × 39 mm PSP
Spesifikasi
Jenis selongsong bottleneck
Diameter proyektil 5,60 mm
Diameter leher 6,29 mm
Diameter bahu 9,25 mm
Diameter dasar 10,00 mm
Diameter rim 10,00 mm
Ketebalan rim 1,50 mm
Panjang selongsong 39,82 mm
Panjang keseluruhan 57,00 mm
Putaran ulir 255 mm atau 200 mm
Tipe Primer Berdan atau Small rifle
Tekanan maksimum 355,00 MPa (51.488 psi)

5,45 × 39 mm adalah selongsong peluru (kartrid) perantara tanpa lembidang dengan leher botol. Kartrid ini mulai digunakan pada tahun 1974 oleh Uni Soviet untuk senapan AK-74 terbaru. Kartrid 5,45 × 39 mm secara bertahap melengkapi dan kemudian secara signifikan menggantikan kartrid 7,62 × 39 mm dalam dinas militer Soviet dan Pakta Warsawa sebagai kartrid senapan dinas militer utama.

Detail desain

Dari kiri ke kanan: 7,62 × 54 mmR, 7,62 × 51 mm NATO, 7,62 × 39 mm, 5,56 × 45 mm NATO, 5,45 × 39 mm.

Desain peluru tipe 5,45 mm merupakan masalah utama bagi militer Rusia karena merupakan sebuah desain yang rumit karena seluruh bagian selongsong menggunakan bahan metal, masalah ini dikenal dengan kode 5N7. Proyektil seberat 56 gram dilapisi dengan bahan metal. Inti peluru yang tidak dikeraskan dilapisi dengan lapisan timah tipis yang tidak sepenuhnya mengisi ujung dari proyektil, menghasilkan ruang kosong di bagian ujungnya. Panjang peluru diperpendek untuk mendapatkan berat yang presisi. Peluru ini memakai desain boattail pada bagian pangkal peluru untuk mengurangi gesekan, terdapat juga sedikit timah pada bagian pangkal dari peluru ini. Ujung dari peluru memanfaatkan ruang kosong dalam selongsong mempunyai efek gerak peluru ke arah tengah dari gravitasi, ruang kosong ini juga yang memudahkan peluru menembus bahan keras. Selongsong berlapis baja dengan panjang 39,37 mm lebih panjang dari peluru 7,62 × 39 mm yang hanya memiliki panjang 38,60 mm. Ujung selongsong terbuat dari tembaga. Mesiu yang terbuat dari propelan serbuk yang mempunyai karakteristik pembakaran serbuk WC 844 yang digunakan pada peluru 5,56 × 45 mm NATO.

Ukuran peluru

Bagian-bagian peluru 5,45 × 39 mm 5N7:
A: selongsong proyektil
B: inti peluru dari bahan baja
C: ruang kosong
D: timah
E: serbuk mesiu (propelan)

Panjang keseluruhan dari peluru ini adalah 57 mm dengan diameter rim 10 mm. Berdasarkan standar C.I.P (Commission Internationale Permanente Pour L'Epreuve Des Armes A Feu Portative) selongsong dari peluru 5,45 × 39 mm dapat menahan tekanan piezo sampai dengan 380 MPa (55,114 psi). Dalam peraturan CIP, setiap peluru harus dapat menahan tekanan pada 125% tekanan maksimum yang ditetapkan oleh CIP sebelum dilepas ke pasaran.

Peluru 5,45 × 39 mm

Daya rusak

Tes balistik awal menunjukan efek tumbukan dengan menggunakan kamera berkecepatan tinggi.[1] Pihak barat percaya bahwa peluru ini diciptakan untuk merobek jaringan tubuh manusia agar menyebabkan daya rusak yang lebih besar. Daya tembus dari peluru ini antara 100 dan 350 mm (lebar tubuh manusia rata-rata 350 mm).

Varian

Peningkatan penetrasi peluru

Dengan maraknya penggunaan body armor di kalangan militer, maka dilakukan peningkatan kemampuan penetrasi dari peluru ini, hal ini terbukti dengan adanya beberapa varian peluru 5,45 × 39 mm dengan varian 7N6, 7N10, 7N22 dan 7N24. Pada tahun 1987 batang baja pada peluru tipe 7ND dikeraskan menjadi 60 HRC. Pada tahun 1992 ukuran pentrator baja ditingkatkan dan tutup ujung peluru dihilangkan, peluru ini diberi nama 7N10 "tingkat penetrasi yang ditingkatkan", peluru ini mempunyai ciri garis berwarna ungu pada bagian atas selongsongnya. Pada tahun 1998 peluru yang mempunyai kemampuan menembus rompi anti peluru diperkenalkan dengan nama 7N22, peluru ini mempunyai penetrator baja tajam pada bagian ujungnya dan tidak memiliki bagian "lunak" di ujung peluru, peluru ini dikenali dengan garis merah pada selongsongnya dan warna hitam di ujungnya.[2] Peluru dengan kemampuan super-armor-piercing memiliki penetrator terbuat dari tungsten carbide yang diperkenalkan belum lama ini dikenal dengan nama 7N24.

Peluru tracer

Perlu diketahui bahwa peluru jenis tracer adalah peluru yang apabila ditembakan menyebabkan cahaya ('ekor') ketika peluru melesat ke sasaran yang lebih banyak ketimbang peluru tipe biasa. Peluru tipe 7T3 dan 7T3M adalah peluru jenis tracer, ciri dari peluru ini adalah ujung yang berwarna hijau. Proyektil berbentuk oval dengan berat 3,2 gram, dengan jarak tempuh sampai dengan 800 m.

Peluru kosong atau hampa

Untuk keperluan latihan menembak menggunakan AK 47, tipe peluru hampa dibuat dengan nama 7H3 dan 7H3M.

Peluru dummy

Peluru dummy adalah peluru yang tidak tidak memiliki primer, propelan. Peluru ini biasanya digunakan untuk melakukan tes fungsi senjata atau untuk latihan menembak. Peluru ini berbeda daripada peluru untuk latihan yang mana mengandung sedikit propelan. Peluru dummy untuk AK 47 ini diberi nama tipe 7H4

Peluru khusus

Peluru subsonic 7U1 dengan ciri warna hitam dan hijau dibuat khusus untuk digunakan dengan modifikasi senjata dengan peredam suara.

Catatan kaki

  1. ↑ "Terminal ballistics of the Russian AK 74 assault rifle: Two wounded patients and experimental findings". Diakses tanggal 2007-09-25.
  2. ↑ "Evolusi peluru 5,45 mm (Эволюция пули калибра 5,45 мм)".

Referensi

  • 5.45 × 39 mm

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai 5.45 x 39 mm cartridges.
  • Terminal Ballistics Study - Bosnia - Military Medicine/December 2001 Diarsipkan 2011-04-06 di Wayback Machine.
  • Foto tipe-tipe peluru 5,45 × 39 mm Diarsipkan 2010-11-15 di Wayback Machine.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Detail desain
  2. Ukuran peluru
  3. Daya rusak
  4. Varian
  5. Peningkatan penetrasi peluru
  6. Peluru tracer
  7. Peluru kosong atau hampa
  8. Peluru dummy
  9. Peluru khusus
  10. Catatan kaki
  11. Referensi
  12. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar pemimpin Uni Soviet

artikel daftar Wikimedia

Perang Soviet–Afganistan

perang tahun 1979-1989 antara Uni Soviet dan pemberontak Afganistan

7,62 × 39 mm

Jenis peluru

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026