3x3 Eyes adalah manga karya Yuzo Takada. Manga ini terbit dari tahun 1987 hingga 2002. dan tercatat sebagai salah satu manga terpanjang di Jepang dengan menghasilkan 40 seri buku. Manga ini diterbitkan di majalah minggunan Shonen Jump. Manga ini juga diadaptasi ke dalam dua buah OVA sepanjang tiga dan empat episode.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| 3×3 Eyes | |
3×3 Eyes | |
| Genre | Petualangan, Fantasi, Seinen |
|---|---|
| Manga | |
| 3×3 Eyes | |
| Pengarang | Yuzo Takada |
| Penerbit | |
| Anime | |
| 3×3 Eyes | |
| Sutradara | Daisuke Nishio |
| Studio | |
| Anime | |
| 3×3 Eyes Seima Densetsu | |
| Sutradara | Kazuhisa Takenouchi Seiko Sayama |
| Studio | |
| Bagian dari seri tentang |
| Anime dan manga |
|---|
|
|
3x3 Eyes (Sazan Eyes) adalah manga karya Yuzo Takada. Manga ini terbit dari tahun 1987 hingga 2002. dan tercatat sebagai salah satu manga terpanjang di Jepang dengan menghasilkan 40 seri buku. Manga ini diterbitkan di majalah minggunan Shonen Jump. Manga ini juga diadaptasi ke dalam dua buah OVA sepanjang tiga dan empat episode.
Manga bercerita tentang Yakumo Fujii, 16 tahun, yang secara tidak sengaja bertemu dengan Pai, seorang Sanjiyan Unkara. Pai diutus oleh ayah Yakumo, Profesor Fujii untuk menemui Yakumo, agar membantu Pai meraih keinginannya. Setelah bertemu, Pai mengutarakan niatnya kepada Yakumo untuk kembali menjadi manusia, tetapi awalnya Yakumo tidak memercayainya. Dalam satu insiden Yakumo kemudian terluka parah oleh cakaran Takuhi, makhluk gaib sahabat Pai yang berujud burung raksasa berkepala manusia, yang terlepas ke tengah kota. Pai yang tidak menginginkan Yakumo mati kemudian membuka mata ketiganya dan mengisap jiwa Yakumo. Karena kejadian itu maka Yakumo telah menjadi makhluk abadi yang disebut 'Wu'. Ia tidak akan mati selama Pai masih hidup dan memiliki tanda keabadian di dahinya. Yakumo kemudian bersumpah akan menemani Pai kemanapun untuk kembali menjadi manusia. Namun, karena kemampuan seorang Sanjiyan Unkara membuat para makhluk jahat ingin merebut kekuatannya, menyebabkan perjalanan Pai dan Yakumo sangatlah berat.