Beranda » Nadiem Mengaku Sedih Dinarasikan Sebagai Penjahat Kerah Putih, Pembelaan Dalam Kasus Chromebook
Posted in

Nadiem Mengaku Sedih Dinarasikan Sebagai Penjahat Kerah Putih, Pembelaan Dalam Kasus Chromebook

Jakarta Aktual – 04 Juni 2026 | Nadiem mengaku sedih dinarasikan sebagai penjahat kerah putih dalam kasus Chromebook. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta. Nadiem mengaku sedih dinarasikan sebagai penjahat kerah putih karena merasa bahwa dirinya tidak pernah mengarahkan bawahannya untuk memilih Chromebook maupun bersekongkol dalam proyek pengadaan tersebut.

Dalam pleidoinya, Nadiem membantah berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa bukti terkuat adalah chat pribadi dengan Ibam pada Agustus 2020, dua bulan setelah tim teknis memutuskan Chrome OS. Percakapan tersebut menunjukkan dirinya meminta agar opsi Windows turut dipertimbangkan. Nadiem juga mempertanyakan tuduhan persekongkolan yang didakwakan jaksa, karena tidak ada bukti komunikasi maupun kesepakatan dengan para terdakwa lain.

Nadiem mengaku sedih dinarasikan sebagai penjahat kerah putih karena merasa bahwa dirinya bukanlah menteri yang sempurna. Ia menyampaikan bahwa sebagai menteri, ia melakukan berbagai macam hal, terutama dalam tata kelola administrasi pendidikan. Nadiem mengaku sedih dinarasikan sebagai penjahat kerah putih karena merasa bahwa dirinya tidak pernah melakukan korupsi, tetapi justru berjuang melawan korupsi selama 5 tahun menjadi menteri.

Nadiem mengaku sedih dinarasikan sebagai penjahat kerah putih karena merasa bahwa ironi terbesar dalam kasus ini adalah ia berjuang melawan korupsi, tetapi sekarang dikorbankan sebagai orang yang dituduh korupsi. Ia menyampaikan bahwa sebagai menteri, ia melakukan transformasi dengan cepat, tetapi kurang merangkul pihak-pihak lama dalam upaya perubahan tersebut.

📖 Baca juga:
Peran Penting Criminal Defense Lawyer dalam Kasus Kriminal

Nadiem mengaku sedih dinarasikan sebagai penjahat kerah putih karena merasa bahwa dirinya kurang sowan ke berbagai tokoh karena tidak memahami seluk-beluk peta politik. Ia menyampaikan bahwa sebagai menteri, ia lupa bahwa posisi menteri merupakan jabatan politik, sehingga hubungan baik lintas institusi dan organisasi harus menjadi prioritas.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa Nadiem mengaku sedih dinarasikan sebagai penjahat kerah putih karena merasa bahwa dirinya tidak pernah melakukan korupsi, tetapi justru berjuang melawan korupsi selama 5 tahun menjadi menteri. Ia menyampaikan bahwa ironi terbesar dalam kasus ini adalah ia berjuang melawan korupsi, tetapi sekarang dikorbankan sebagai orang yang dituduh korupsi.

📖 Baca juga:
Jaksa Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi, Dadan Hindayana dan Kawan-Kawan Dibekuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *