TEHERAN, KOMPAS.com - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan telah menyergap dua kapal kargo komersial di Selat Hormuz. Penyergapan...
Source: View Original Article
TEHERAN, KOMPAS.com - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan telah menyergap dua kapal kargo komersial di Selat Hormuz. Penyergapan tersebut dilakukan atas dasar dugaan adanya keterkaitan dengan Israel serta pengoperasian kapal tanpa izin.
Berdasarkan laporan kantor berita semiresmi Iran, Mehr, pada Jumat (24/4/2026), kedua kapal yang disita tersebut diidentifikasi sebagai MSC-Francesca dan Epaminondas. Kedua kapal tersebut diketahui beroperasi di bawah lini pelayaran MSC, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.
Teheran menuduh kedua kapal kargo tersebut telah melanggar berbagai peraturan maritim internasional, seperti beroperasi tanpa izin dan melakukan gangguan terhadap sistem navigasi yang dapat membahayakan keselamatan kapal lain di jalur perairan tersebut. Menurut pernyataan otoritas Iran, kedua kapal itu diduga berupaya melintasi Selat Hormuz secara diam-diam agar tidak terdeteksi.
Namun, pihak IRGC berhasil mencegat keduanya dan mengawal kapal-kapal tersebut masuk ke dalam perairan teritorial Iran. Aksi ini terjadi di tengah meningkatnya tensi di kawasan tersebut, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Teheran terus memperketat kendali atas Selat Hormuz, dan situasi kian memanas setelah AS menerapkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran pada 13 April.
Langkah-langkah tersebut telah berdampak signifikan terhadap stabilitas pasokan energi global, dengan dampak terbesar dirasakan di wilayah Asia.
Rismon Hasiholan Sianipar dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan perbuatan curang terkait buku berjudul Gibran End Game. Laporan ters...
Terpidana kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang, Gamma (17), Robig Zaenuddin dipindahkan ke Lapas Nusakambangan setelah diduga terlibat peredaran nar...
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS dan sempat menembus level Rp 17.300 per dollar AS, yang disebut sebagai level terendah sepanjang sejarah...