Jakarta Aktual – 04 Agustus 2026 | Baru-baru ini, kasus Bikin konten seolah jadi korban begal hingga jari tangan putus, Bayu jadi berurusan dengan polisi menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang pemuda berinisial BW (19) dari Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengaku menjadi korban begal hingga jarinya putus. Namun, setelah diselidiki, pengakuan tersebut dipastikan tidak benar dan hanya dibuat untuk kebutuhan konten.
Video yang memperlihatkan BW memamerkan benda yang disebut sebagai potongan jarinya lebih dulu viral di media sosial. Dalam video yang beredar, BW terlihat berada di depan rumah dengan tubuh berlumuran cairan berwarna gelap. Di dekatnya juga tampak benda yang sekilas menyerupai jari manusia. Bikin konten seolah jadi korban begal hingga jari tangan putus, Bayu jadi berurusan dengan polisi karena kasus ini.
Menindaklanjuti video tersebut, Polres Pekalongan melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan anggotanya mendatangi lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara sekaligus memeriksa BW yang mengaku sebagai korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak pernah terjadi aksi pembegalan. BW mengakui seluruh cerita yang disampaikannya merupakan rekayasa.
“Informasi tersebut tidak benar. Video itu dibuat untuk konten oleh seorang pemuda berinisial BW dan seluruh cerita yang disampaikan merupakan rekayasa,” ujarnya. Dalam pemeriksaan, BW mengaku sengaja menciptakan cerita menjadi korban begal agar dianggap berani dan hebat oleh teman-temannya. Bikin konten seolah jadi korban begal hingga jari tangan putus, Bayu jadi berurusan dengan polisi karena kebohongan ini.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang digunakan BW untuk membuat konten tersebut. Barang bukti itu berupa sebilah samurai dan potongan wortel yang dibentuk menyerupai jari manusia yang putus. Bikin konten seolah jadi korban begal hingga jari tangan putus, Bayu jadi berurusan dengan polisi karena tindakan tidak bertanggung jawab ini.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak membuat konten yang menyesatkan dan berbohong. Bikin konten seolah jadi korban begal hingga jari tangan putus, Bayu jadi berurusan dengan polisi harus menjadi pelajaran bagi kita semua.