Jakarta Aktual – 03 Agustus 2026 | Menhan Israel bertengkar dengan militer Zionis, jenderal tolak perintah Menhan Israel menjadi sorotan hangat di Israel. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, terlibat perseteruan luar biasa dengan militer pada Ahad malam, yang memicu kemarahan di pihak oposisi dan kegembiraan di sayap kanan.
Katz mengecam kepala Komando Pusat IDF, Mayor Jenderal Avi Bluth, dan mengumumkan penggantinya di televisi langsung. Militer dengan cepat mengeluarkan pernyataan tajam yang mengatakan Bluth akan tetap berada di posisinya. Menteri pertahanan disebut tidak memiliki wewenang untuk memecat Bluth secara sepihak.
Menhan Israel bertengkar dengan militer Zionis, jenderal tolak perintah karena Bluth dan Korps Advokat Militer mengajukan banding agar penahanan seorang pemukim ekstremis tetap dilanjutkan. Katz menunjuk Mayjen Dado Bar Kalifa sebagai pengganti Avi Bluth secara sepihak. IDF menolak keputusan Katz dan menegaskan bahwa menteri pertahanan tak memiliki wewenang untuk memecat komandan secara sepihak.
Menhan Israel bertengkar dengan militer Zionis, jenderal tolak perintah Menhan Israel karena perbedaan pandangan penegakan hukum di Tepi Barat. Perintah penahanan administratif terhadap seorang pemukim bernama Tal Yinon Dardik dibatalkan atas dasar teknis hukum. Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya telah menginstruksikan agar perintah tersebut tidak diperpanjang demi menjaga stabilitas di wilayah tersebut.
Menhan Israel bertengkar dengan militer Zionis, jenderal tolak perintah Menhan Israel menyebabkan ketegangan internal di lingkaran pemerintahan dan militer Israel kian memanas. Tensi antara para pucuk pimpinan tertinggi di Israel ini memanas setelah Menteri Pertahanan, Israel Katz, secara terbuka mengecam Kepala Komando Pusat Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Mayor Jenderal Avi Bluth, langsung di siaran televisi nasional.
Kesimpulan dari peristiwa Menhan Israel bertengkar dengan militer Zionis, jenderal tolak perintah Menhan Israel adalah bahwa terdapat perbedaan pandangan yang signifikan antara pemerintah dan militer Israel mengenai penegakan hukum di Tepi Barat. Peristiwa ini menunjukkan adanya ketegangan internal di Israel yang dapat mempengaruhi stabilitas wilayah tersebut.