Jakarta Aktual – 01 Agustus 2026 | Usai tragedi perbatasan, Spanyol pasang barikade terapung di Ceuta [titlebase] untuk menghadapi lonjakan migran dari Maroko. Pemerintah Spanyol mulai memasang penghalang baru di perairan lepas pantai Tarajal, Ceuta, di tengah lonjakan kedatangan migran dari Maroko. Penghalang tersebut berupa pagar yang dapat ditiup dan mengembang (inflatable) sepanjang 500 meter dengan ketinggian 30 hingga 70 sentimeter di atas permukaan laut.
Bagian bawah penghalang tersebut dapat mencapai kedalaman hingga 1 meter di bawah permukaan laut dan dilengkapi dengan barisan pelampung yang ditambatkan ke dasar laut. Terdapat celah di antara rangkaian penghalang yang nantinya dapat menjadi jalur keluar-masuk bagi kapal-kapal Garda Sipil Spanyol (Civil Guard) yang berpatroli.
Pemerintah setempat menyatakan bahwa situasi pada malam hari di Ceuta terpantau “normal” dan arus kedatangan migran telah sepenuhnya berhenti. Sementara itu, proses pemulangan para migran ke Maroko terus berlanjut tanpa insiden yang berarti. Pada Jumat, 31 Juli 2026, Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menyatakan bahwa sekitar 60 ribu orang asal Maroko telah masuk ke kota tersebut hanya dalam kurun waktu satu hari.
Sedikitnya 57 orang di antaranya dilaporkan tewas, menurut laporan surat kabar El Pais. Surat kabar El Mundo melaporkan bahwa 25 ribu orang telah kembali ke Maroko. Usai tragedi perbatasan, Spanyol pasang barikade terapung di Ceuta [titlebase] untuk menghadapi lonjakan migran dari Maroko. Gelombang kepulangan puluhan ribu imigran ke Maroko dipicu oleh pengumuman rencana repatriasi bersama antara pemerintah Spanyol dan Maroko.
Keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti toko, area komersial, dan tempat makan di Ceuta turut mendorong para imigran untuk kembali. Usai tragedi perbatasan, Spanyol pasang barikade terapung di Ceuta [titlebase] untuk menghadapi lonjakan migran dari Maroko. Pemerintah Spanyol berupaya untuk mengendalikan situasi dan mencegah penyeberangan susulan.
Usai tragedi perbatasan, Spanyol pasang barikade terapung di Ceuta [titlebase] untuk menghadapi lonjakan migran dari Maroko. Otoritas Spanyol tetap menyisakan celah di bagian tengah untuk memastikan kapal-kapal Garda Sipil tetap memiliki akses dalam menjaga area perbatasan. Usai tragedi perbatasan, Spanyol pasang barikade terapung di Ceuta [titlebase] untuk menghadapi lonjakan migran dari Maroko.
Krisis migrasi ini juga memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencatat jumlah korban tewas di antara para imigran yang berusaha mencapai wilayah Spanyol dari Maroko telah meningkat menjadi 67 jiwa. Usai tragedi perbatasan, Spanyol pasang barikade terapung di Ceuta [titlebase] untuk menghadapi lonjakan migran dari Maroko.
Sebanyak 69.500 imigran telah kembali ke Maroko dari Ceuta, wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara, dalam kurun waktu 30 jam terakhir. Usai tragedi perbatasan, Spanyol pasang barikade terapung di Ceuta [titlebase] untuk menghadapi lonjakan migran dari Maroko. Pemerintah Spanyol berupaya untuk mengendalikan situasi dan mencegah penyeberangan susulan.
Kesimpulan, usai tragedi perbatasan, Spanyol pasang barikade terapung di Ceuta [titlebase] untuk menghadapi lonjakan migran dari Maroko. Pemerintah Spanyol berupaya untuk mengendalikan situasi dan mencegah penyeberangan susulan. Gelombang kepulangan puluhan ribu imigran ke Maroko dipicu oleh pengumuman rencana repatriasi bersama antara pemerintah Spanyol dan Maroko.