Beranda » Jaksel Tanam Padi di 1.200 Galon Bekas, Lahan Sempit Disulap Jadi Sawah, Meningkatkan Ketahanan Pangan
Posted in

Jaksel Tanam Padi di 1.200 Galon Bekas, Lahan Sempit Disulap Jadi Sawah, Meningkatkan Ketahanan Pangan

Jakarta Aktual – 28 Juli 2026 | Jaksel tanam padi di 1.200 galon bekas, lahan sempit disulap jadi sawah, menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah. Sampah organik diolah menjadi pupuk untuk tanaman padi, sedangkan sampah anorganik seperti galon bekas dimanfaatkan sebagai media tanam.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan permukiman. Inovasi ini juga menggabungkan pengelolaan sampah dengan kegiatan budi daya tanaman pangan. Jaksel tanam padi di 1.200 galon bekas, lahan sempit disulap jadi sawah, membuktikan bahwa lahan sempit di lingkungan perkotaan tetap memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai sumber produksi pangan.

Penanaman padi menggunakan media galon merupakan inovasi Kelurahan Pasar Minggu. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus membantu menekan laju inflasi. Jaksel tanam padi di 1.200 galon bekas, lahan sempit disulap jadi sawah, menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah dapat diintegrasikan dengan kegiatan budi daya tanaman pangan.

Hasil uji coba awal menunjukkan bahwa sebanyak 350 galon bekas yang digunakan sebagai media tanam mampu menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah. Hal ini membuktikan adanya potensi pemanfaatan lahan terbatas untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat secara mandiri. Selain tanaman padi, program tersebut nantinya akan dikembangkan dengan menanam berbagai komoditas lain, seperti palawija, cabai, dan pakcoy.

📖 Baca juga:
Berpotensi jadi masalah baru, GAMDI tolak operasional MBG dialihkan ke kantin sekolah

Jaksel tanam padi di 1.200 galon bekas, lahan sempit disulap jadi sawah, juga direncanakan untuk direplikasi ke kelurahan lain di wilayah Jakarta Selatan. Dengan demikian, diharapkan pola tanam mandiri dan pengelolaan sampah ini dapat diterapkan secara masif di seluruh wilayah Jakarta Selatan, sehingga kebutuhan pangan warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan meskipun dengan keterbatasan lahan.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, menegaskan bahwa hal terpenting dari kegiatan tersebut bukan hanya hasil panen yang diperoleh, tetapi juga nilai kebersamaan dan proses pembinaan masyarakat yang dibangun melalui program tersebut. Ia menyarankan agar kegiatan perlu dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemanfaatan media sederhana seperti galon bekas hingga pengembangan metode budi daya yang lebih optimal.

Jaksel tanam padi di 1.200 galon bekas, lahan sempit disulap jadi sawah, membuktikan bahwa dengan inovasi dan kerja sama, lahan sempit di perkotaan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengembangkan program serupa.

📖 Baca juga:
Kisah Supardi, Penjual Mie Ayam di Sukoharjo yang Viral karena Mengaji saat Jualan, Kisah Inspiratif dan Perjuangan Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *