Beranda » Rencana Pusat Data Antariksa Musk dan Bezos Diprotes, Kekhawatiran Bergeser dari AI ke Krisis Lingkungan Orbit
Posted in

Rencana Pusat Data Antariksa Musk dan Bezos Diprotes, Kekhawatiran Bergeser dari AI ke Krisis Lingkungan Orbit

Jakarta Aktual – 26 Juli 2026 | Rencana pusat data antariksa Musk dan Bezos diprotes, kekhawatiran bergeser dari AI ke krisis lingkungan orbit. Rencana tersebut mencakup peluncuran jutaan satelit yang akan berfungsi sebagai orbital datacenters dan masih menunggu persetujuan Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat. Menurut para pengkritik, proyek itu bukan hanya persoalan pengembangan teknologi, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan berskala global.

Organisasi Public Employees for Environmental Responsibility (PEER), Earthjustice, dan DarkSky International mengajukan petisi kepada FCC agar menghentikan sementara penerbitan izin baru bagi proyek pusat data antariksa. Mereka menilai rencana tersebut berpotensi melanggar hukum federal karena belum melalui kajian dampak lingkungan yang memadai.

Kekhawatiran utama berasal dari polusi yang dihasilkan saat roket diluncurkan maupun ketika satelit terbakar saat memasuki kembali atmosfer. Proses tersebut melepaskan jelaga hitam, logam tanah jarang, aluminium oksida, merkuri, nitrogen oksida, karbon monoksida, hingga gas klorin ke lapisan stratosfer. Rencana pusat data antariksa Musk dan Bezos diprotes, kekhawatiran bergeser dari AI ke krisis lingkungan orbit.

Selain pencemaran atmosfer, jutaan satelit tambahan juga diperkirakan memperparah polusi cahaya. Ruskin Hartley, Direktur Eksekutif DarkSky International, menegaskan, "Proyek-proyek ini dapat mengubah langit malam secara permanen sebagaimana yang kita kenal. FCC harus menjalankan kewajibannya secara serius untuk memastikan proyek-proyek ini tidak menimbulkan kerusakan yang tidak perlu terhadap langit malam yang alami."

📖 Baca juga:
Goddard and the Quest for Cosmic Understanding: Unveiling the Mysteries of Dark Energy

Rencana pusat data antariksa Musk dan Bezos diprotes, kekhawatiran bergeser dari AI ke krisis lingkungan orbit. Sementara itu, Cole Donovan, mantan pakar kebijakan antariksa NOAA yang kini bergabung dengan organisasi Stand Up for Science, menyoroti persoalan lain. Dia mengingatkan bahwa pembangunan pusat data di orbit akan membutuhkan logam tanah jarang dan berbagai sumber daya yang saat ini sudah terbatas.

Jumlah satelit aktif sendiri meningkat sangat pesat, dari sekitar 1.400 unit pada 2015 menjadi sekitar 15.000 satelit saat ini. Dalam satu dekade mendatang jumlah tersebut diperkirakan dapat mencapai 100.000 satelit, belum termasuk jaringan pusat data antariksa yang diusulkan. Rencana pusat data antariksa Musk dan Bezos diprotes, kekhawatiran bergeser dari AI ke krisis lingkungan orbit.

Krisis lingkungan orbit ini menimbulkan kekhawatiran yang serius tentang dampak jangka panjang dari akumulasi polutan tersebut. Rencana pusat data antariksa Musk dan Bezos diprotes, kekhawatiran bergeser dari AI ke krisis lingkungan orbit. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam dan serius tentang dampak lingkungan dari rencana pusat data antariksa ini.

📖 Baca juga:
Mengenal Lebih Dekat Bulan dan Misi Artemis 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *