Jakarta Aktual – 23 Juli 2026 | Uang hadiah Piala Dunia Spanyol bakal dipangkas pajak 30% oleh AS, menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Tim nasional Spanyol yang menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 terancam tidak menerima utuh hadiah senilai 50 juta dollar AS (sekitar Rp 895 miliar) dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Sebab, hadiah tersebut berpotensi dikenai pajak federal Amerika Serikat (AS) oleh Internal Revenue Service (IRS) hingga 30 persen lantaran turnamen digelar di wilayah AS bersama Kanada dan Meksiko.
Jika dikenakan tarif maksimal, nilai pajak yang harus dibayar dapat mencapai sekitar 15 juta dollar AS atau setara Rp 268 miliar. Uang hadiah Piala Dunia Spanyol bakal dipangkas pajak 30% oleh AS ini menimbulkan kecaman dari para politikus di Amerika Serikat karena berpotensi membuat citra buruk di mata dunia.
Uang hadiah Piala Dunia Spanyol bakal dipangkas pajak 30% oleh AS ini juga dikritik oleh Anggota Kongres dari Partai Republik, Tim Burchett. "Saya rasa ini penipuan," ujarnya kepada Fox News Digital. "Saya bukan pendukung IRS. Mereka menghasilkan banyak yang di sini, tapi saya tidak suka itu. Kami ingin mendorong orang-orang datang ke sini dan menghabiskan uang mereka, dan kita mengambil sebagian besar dari itu," ujarnya.
Uang hadiah Piala Dunia Spanyol bakal dipangkas pajak 30% oleh AS ini merupakan contoh klasik dari apa yang salah dengan sistem perpajakan AS. Menurut Anggota Kongres AS lainnya, Jonathan Jackson, perusahaan seharusnya membayar lebih banyak pajak dibandingkan pekerja. "Ini salah, dan ini semacam menyoroti sesuatu yang lebih besar," kata Jackson.
Piala Dunia 2026 mencatat kesuksesan besar, baik dari sisi penyelenggaraan maupun pendapatan. Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu mampu menghasilkan pemasukan lebih tinggi dari target awal FIFA. Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan pendapatan Piala Dunia 2026 diperkirakan menembus lebih dari 15 miliar dolar AS.
Uang hadiah Piala Dunia Spanyol bakal dipangkas pajak 30% oleh AS ini menjadi sorotan karena berpotensi mempengaruhi citra Amerika Serikat sebagai tuan rumah acara internasional. Kecaman dari berbagai pihak menunjukkan bahwa kebijakan pajak ini perlu dievaluasi untuk memastikan bahwa Amerika Serikat tetap menjadi tuan rumah yang menarik bagi acara-acara internasional.
Kesimpulan dari uang hadiah Piala Dunia Spanyol bakal dipangkas pajak 30% oleh AS ini adalah bahwa kebijakan pajak ini perlu diperhatikan untuk memastikan bahwa Amerika Serikat tidak kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah acara-acara internasional. Uang hadiah Piala Dunia Spanyol bakal dipangkas pajak 30% oleh AS ini menimbulkan kecaman dan perlu menjadi perhatian bagi pemerintah Amerika Serikat untuk memperbaiki kebijakan pajaknya.