Jakarta Aktual – 21 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 telah mencapai final pada Minggu, 19 Juli 2026, waktu setempat. Pada partai final itu, Spanyol menjadi peraih trofi kemenangan setelah melawan Argentina dengan skor 1-0. Kajian Kadin sebut, Piala Dunia 2026 hasilkan perputaran ekonomi Rp 5,03 triliun. Dalam kajian tersebut, Kadin Indonesia memperkirakan perputaran ekonomi selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diperkirakan mencapai Rp5,03 triliun, antara lain didorong oleh berbagai kegiatan pesta rakyat dan nonton bareng.
Penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di berbagai daerah selama turnamen berlangsung turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional melalui meningkatnya aktivitas usaha masyarakat. Kajian Kadin sebut, Piala Dunia 2026 hasilkan perputaran ekonomi Rp 5,03 triliun, yang merupakan hasil dari berbagai kegiatan pesta rakyat dan nonton bareng.
Festival Rakyat 2026 dan Nobar Bola Gembira di Pekanbaru mencapai perputaran ekonomi lebih dari Rp200 juta, menggerakkan UMKM dan sektor pendukung. Kajian Kadin sebut, Piala Dunia 2026 hasilkan perputaran ekonomi Rp 5,03 triliun, yang juga tercermin dari pendapatan FIFA yang mencetak rekor baru sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen tersebut.
Dukung Penyiaran Pildun, TNI Gelar Nobar di 25 Ribuan Titik. Kegiatan ini bertajuk Nobar Kebangsaan menjangkau 25.912 titik di seluruh jajaran TNI dengan total kehadiran mencapai 1.133.184 penonton. Kajian Kadin sebut, Piala Dunia 2026 hasilkan perputaran ekonomi Rp 5,03 triliun, yang merupakan bukti bahwa manfaat Piala Dunia benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia.
Kesimpulan, Kajian Kadin sebut, Piala Dunia 2026 hasilkan perputaran ekonomi Rp 5,03 triliun, yang merupakan hasil dari berbagai kegiatan pesta rakyat dan nonton bareng. Dengan demikian, Piala Dunia 2026 telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional melalui meningkatnya aktivitas usaha masyarakat.