Jakarta Aktual – 18 Juli 2026 | Cek fakta: Menham Pigai minta warga belanja Rp1 juta di Kopdes [titlebase] telah menjadi topik perbincangan hangat akhir-akhir ini. Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Natalius Pigai membantah pernah meminta masyarakat untuk berbelanja Rp 1 juta per bulan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) alias Kopdes. Pigai menegaskan bahwa komentar resmi hanya ada di akun media sosial miliknya saja.
Menurut informasi yang beredar, Cek fakta: Menham Pigai minta warga belanja Rp1 juta di Kopdes [titlebase] merupakan hoaks yang menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Masyarakat dihimbau untuk lebih cermat dalam menerima informasi yang beredar di media sosial dan mengutamakan informasi dari media massa yang kredibel dan menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik.
Pigai juga meluruskan narasi lain yang menyebut pembangunan Koperasi Desa Merah Putih akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari jejaring masyarakat adat, dukun, aktivis, jurnalis, hingga pejabat tinggi kementerian dan lembaga. Ia menyayangkan narasi tersebut ikut disebarluaskan oleh sejumlah tokoh publik sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.
Cek fakta: Menham Pigai minta warga belanja Rp1 juta di Kopdes [titlebase] juga terkait dengan kebijakan penyaluran barang subsidi melalui Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa kebijakan tersebut dapat membuka peluang keuntungan besar karena koperasi menjadi jalur utama penjualan barang subsidi kepada masyarakat.
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan 15 kali operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang hingga Juli 2026, dengan mayoritas pejabat yang ditangkap adalah kepala daerah. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi terus dilakukan oleh KPK.
Cek fakta: Menham Pigai minta warga belanja Rp1 juta di Kopdes [titlebase] perlu diwaspadai dan tidak boleh dipercaya begitu saja. Masyarakat perlu mencari informasi yang akurat dan terkini dari sumber yang kredibel untuk menghindari penyebaran hoaks dan informasi yang tidak benar.