Jakarta Aktual – 15 Juli 2026 | Fenomena El Nino menguat, berpeluang jadi salah satu yang terkuat sejak 1950, dan ini dapat memicu lonjakan harga pangan global hingga 15,8%. El Nino merupakan fenomena iklim alami yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur, hingga berdampak pada atmosfer sekitarnya.
Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebutkan elevasi air baku pada sejumlah waduk utama di Batam mengalami penurunan permukaan hingga 2,4 meter dengan laju penyusutan mencapai empat sentimeter per hari akibat fenomena El Nino. World Meteorological Organization (WMO) melaporkan, fenomena iklim El Nino berkembang pesat dan berada di level kuat selama Juli-September 2026.
El Nino menguat, berpeluang jadi salah satu yang terkuat sejak 1950, dan ini dapat memicu gelombang panas, banjir, dan badai yang jauh lebih besar. Ahli ekonomi memperkirakan cuaca ekstrem yang disebabkan oleh fenomena “Super El Nino” akan mendorong lonjakan harga bahan pangan global hingga tahun 2028.
El Nino menguat, berpeluang jadi salah satu yang terkuat sejak 1950, dan ini dapat memperparah tekanan ekonomi dunia yang dalam tiga tahun belakangan sudah melambung pesat akibat perang Iran. El Nino sendiri merupakan pola iklim alami yang berasal dari Samudra Pasifik tropis, yang biasanya memicu kenaikan suhu global serta cuaca ekstrem.
Para ilmuwan iklim memperingatkan, bila peningkatan suhu permukaan laut mencapai 2 derajat lebih tinggi dari rata-rata, maka kekuatannya tergolong sangat besar dan dapat memecahkan rekor suhu panas global. El Nino menguat, berpeluang jadi salah satu yang terkuat sejak 1950, dan ini dapat memicu lonjakan harga pangan global hingga 15,8%.
Kesimpulan, fenomena El Nino menguat, berpeluang jadi salah satu yang terkuat sejak 1950, dan ini dapat memicu lonjakan harga pangan global hingga 15,8%. El Nino sendiri merupakan pola iklim alami yang berasal dari Samudra Pasifik tropis, yang biasanya memicu kenaikan suhu global serta cuaca ekstrem. El Nino menguat, berpeluang jadi salah satu yang terkuat sejak 1950, dan ini dapat memperparah tekanan ekonomi dunia yang dalam tiga tahun belakangan sudah melambung pesat akibat perang Iran.