Jakarta Aktual – 13 Juli 2026 | Rembuk warga NU kritik diplomasi internasional PBNU, singgung humanitarian Islam, menjadi topik hangat dalam diskusi forum bersama Nahdliyin (Forbes) NU 26. Dalam diskusi tersebut, para pengamat politik dan akademisi menyampaikan bahwa diplomasi internasional yang dijalankan oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Mereka berpendapat bahwa agenda internasional tersebut perlu diimbangi dengan penguatan basis sosial keagamaan agar lebih relevan dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Prof. Greg Fealy dari The Australian National University menyampaikan bahwa inisiatif-inisiatif diplomatis seperti Religion Twenty (R20) dan Humanitarian Islam belum memberikan karya yang signifikan bagi NU. Ia menyarankan agar Ketua Umum PBNU lebih banyak memperhatikan usaha-usaha yang menitikberatkan pada kepentingan NU. Sementara itu, penunjukan Holland Taylor sebagai tokoh yang pernah menempati posisi strategis dalam PBNU dianggap tidak tepat karena pemahaman beliau tentang Islam dan sejarah Islam di Indonesia sangat tipis.
Robi Sugara mengingatkan perlunya independensi organisasi dalam menjalankan diplomasi. Ia menyarankan agar PBNU meningkatkan transparansi dan akuntabilitas terhadap sumber pendanaan serta program-program kerja sama internasional. Hanief Saha Ghafur menyoroti perlunya penguatan tata kelola organisasi melalui penerapan prinsip good governance, pengawasan internal yang efektif, serta mekanisme perlindungan kelembagaan.
Rembuk warga NU kritik diplomasi internasional PBNU, singgung humanitarian Islam, juga mengeluarkan 9 rekomendasi untuk PBNU. Rekomendasi tersebut meliputi pengawasan organisasi, pengembalian orientasi organisasi pada khittah Nahdlatul Ulama, penguatan kemandirian pembiayaan organisasi, dan evaluasi model diplomasi internasional. Rekomendasi ini diharapkan dapat membantu PBNU meningkatkan kinerja dan relevansi organisasi dalam menjalankan misinya.
Rembuk warga NU kritik diplomasi internasional PBNU, singgung humanitarian Islam, merupakan langkah penting dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas organisasi. Dengan memperhatikan rekomendasi yang dikeluarkan, PBNU dapat meningkatkan kinerja dan relevansi organisasi dalam menjalankan misinya. Oleh karena itu, Rembuk warga NU kritik diplomasi internasional PBNU, singgung humanitarian Islam, perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas organisasi dan melayani kebutuhan masyarakat.