Beranda » Floyd Mayweather Gugat Jona Rechnitz atas Skema Penipuan yang Dilaporkan Mencapai $175M
Posted in

Floyd Mayweather Gugat Jona Rechnitz atas Skema Penipuan yang Dilaporkan Mencapai $175M

Jakarta Aktual – 25 May 2026 | Floyd Mayweather Jr., petinju legendaris, menggugat Jona Rechnitz, seorang mantan pendonor politik dengan riwayat kriminal, atas skema penipuan yang dilaporkan mencapai $175 juta. Rechnitz dituduh melakukan skema penipuan multi-tahun yang melibatkan transaksi real estat, penjualan perhiasan, dan bahkan penjualan pesawat pribadi Gulfstream milik Mayweather.

Menurut pengajuan pengadilan, Rechnitz menjadi sangat terlibat dalam mengelola keuangan dan investasi Mayweather pada tahun 2024. Namun, hubungan mereka berakhir dengan penipuan yang dilakukan Rechnitz, yang menyembunyikan riwayat kriminalnya dari Mayweather, termasuk pengakuan bersalahnya pada tahun 2016 terkait skandal korupsi yang melibatkan polisi NYPD, pekerja seks, dan perjalanan mewah.

Mayweather mengklaim bahwa Rechnitz memindahkan $7,5 juta dari salah satu perusahaan Mayweather ke sebuah perusahaan di Florida yang terkait dengan rekan Rechnitz, Ayel Frist, dengan alasan “investasi 12 bulan” yang tidak pernah ada. Selain itu, Mayweather juga mengklaim bahwa Rechnitz menjual pesawat pribadinya tanpa sepengetahuannya dan uang dari penjualan itu tidak pernah diterimanya.

Mayweather menuntut $175 juta dalam ganti rugi dan meminta audit lengkap atas rekeningnya untuk mengetahui di mana uangnya hilang. Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi keuangan yang melibatkan Mayweather, yang sebelumnya telah menghadapi masalah dengan hutang dan pengelolaan keuangan.

📖 Baca juga:
Kasus Video Bocor Will Levis: Ibu Pemain Sepak Bola NFL Ceritakan Upaya Putranya untuk Menghapus Konten Sensitif

Jona Rechnitz, yang pernah menjadi pendonor utama untuk mantan Walikota New York City Bill de Blasio, telah terlibat dalam beberapa skandal keuangan sebelumnya. Kasus ini menyoroti pentingnya melakukan pengecekan latar belakang yang menyeluruh sebelum mempercayakan pengelolaan keuangan kepada orang lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mayweather telah menghadapi berbagai masalah keuangan, termasuk hutang dan penyitaan aset. Meskipun demikian, ia tetap menjadi salah satu atlet paling sukses dan kaya di dunia, dengan perkiraan kekayaan mencapai miliaran dolar.

Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Rechnitz bisa mendapatkan kepercayaan dari Mayweather dan bagaimana ia bisa melakukan penipuan dalam skala yang sangat besar. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya skema penipuan yang dilakukan Rechnitz dan bagaimana Mayweather bisa menjadi korban.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa pentingnya kehati-hatian dan pengecekan latar belakang yang menyeluruh saat memilih pengelola keuangan atau melakukan investasi. Juga, kasus ini menunjukkan bahwa bahkan orang-orang yang sangat kaya dan sukses seperti Floyd Mayweather bisa menjadi korban penipuan jika tidak berhati-hati.

📖 Baca juga:
River Plate vs Belgrano: Pertarungan Sengit yang Berakhir dengan Kemenangan Bersejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *