Jakarta Aktual – 10 Juli 2026 | Prabowo ungkap RI hemat hingga Rp 170 T dari B50, menjadi topik hangat di kalangan masyarakat dan pemerintah. Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini meluncurkan program biodiesel B50, yang ditargetkan dapat menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun. Dengan implementasi B50, Indonesia resmi berhenti mengimpor solar dari luar negeri.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, program B50 dapat menghemat devisa Indonesia hingga Rp 177 triliun. Selain itu, program ini juga dapat mengurangi emisi karbon sebesar 44 juta ton karbon dioksida (CO₂) ekuivalen. Airlangga menambahkan bahwa Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan program biodiesel B50.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menyatakan bahwa implementasi B50 dapat memberikan nilai tambah bagi industri crude palm oil (CPO) sebesar Rp 23,49 triliun. Program B50 diperkirakan mampu menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja asal Indonesia. Dengan adanya implementasi B50, kebutuhan biodiesel diproyeksikan mencapai 16,7-18 juta kiloliter (kL) per tahun, dengan kebutuhan CPO sekitar 15,2-16,3 juta ton.
Prabowo ungkap RI hemat hingga Rp 170 T dari B50, menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menggunakan kekayaan alam untuk kepentingan rakyat sendiri. Dengan demikian, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Prabowo ungkap RI hemat hingga Rp 170 T dari B50, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan sendiri dalam menghadapi ketidakpastian global.
Prabowo ungkap RI hemat hingga Rp 170 T dari B50, membuktikan bahwa pemerintah serius dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan implementasi B50, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor solar dan meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit. Prabowo ungkap RI hemat hingga Rp 170 T dari B50, menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan penggunaan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit sebagai sumber energi domestik.
Kesimpulan dari peluncuran program B50 adalah bahwa Indonesia telah membuat langkah besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan demikian, Prabowo ungkap RI hemat hingga Rp 170 T dari B50, menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghadapi ketidakpastian global dengan kekuatan sendiri.