Beranda » Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi Jadi Pusat Finansial Internasional, Apa yang Terjadi?
Posted in

Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi Jadi Pusat Finansial Internasional, Apa yang Terjadi?

Jakarta Aktual – 04 Juli 2026 | Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional, menandakan bahwa rencana pemerintah untuk menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat keuangan internasional masih memerlukan pertimbangan lebih lanjut. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kondisi IKN yang masih sepi menjadi alasan utama pemerintah tidak memilih kawasan tersebut sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional (PFI).

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional karena belum memiliki ekosistem yang memadai untuk mendukung kegiatan usaha sektor keuangan dan jasa keuangan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah masih membahas sejumlah alternatif lokasi, termasuk kemungkinan pengembangan beberapa titik di Bali, sebagai kandidat lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional, namun ia menegaskan bahwa pemerintah akan cari tempat yang paling comfortable untuk international investor. Ia menjelaskan bahwa lokasi yang dipilih nantinya harus mampu memberikan kenyamanan bagi investor dari berbagai negara.

Rencana pembentukan PFII sebagai strategi baru untuk menarik investasi global dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan dunia telah disampaikan oleh Purbaya. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menyiapkan insentif perpajakan bagi investor asing yang berinvestasi di PFII, serta mempercepat pembangunan kawasan keuangan berstandar internasional yang mampu bersaing dengan berbagai pusat finansial global.

📖 Baca juga:
MSTR Stock Melonjak Setelah Strategi Baru: Mengurangi Utang dan Meningkatkan Cadangan Bitcoin

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional, namun ia yakin bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat aktivitas keuangan internasional di kawasan Asia dan dunia. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus membahas dan mempertimbangkan berbagai lokasi yang potensial untuk mendukung kegiatan usaha sektor keuangan dan jasa keuangan.

Kesimpulan dari pernyataan Purbaya adalah bahwa pemerintah masih membahas dan mempertimbangkan berbagai lokasi untuk pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia. IKN yang masih sepi tidak dipilih sebagai lokasi PFI, namun pemerintah akan terus mencari tempat yang paling comfortable untuk international investor.

📖 Baca juga:
IHSG Turun, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *