Beranda » Iran Siap Gunakan Aset Beku untuk Membeli Kebutuhan Pokok, JD Vance Sebut Trump Tidak Akan Serang Lagi
Posted in

Iran Siap Gunakan Aset Beku untuk Membeli Kebutuhan Pokok, JD Vance Sebut Trump Tidak Akan Serang Lagi

Iran Siap Gunakan Aset Beku untuk Membeli Kebutuhan Pokok, JD Vance Sebut Trump Tidak Akan Serang Lagi
Iran Siap Gunakan Aset Beku untuk Membeli Kebutuhan Pokok, JD Vance Sebut Trump Tidak Akan Serang Lagi

Jakarta Aktual – 02 Juli 2026 | Iran akan gunakan aset yang dibekukan di Qatar, JD Vance sempat sarankan untuk beli barang-barang AS, untuk memenuhi kebutuhan pokok penduduknya. Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, yang menyatakan bahwa pembelian barang-barang yang dibutuhkan akan dilakukan sesuai kebutuhan yang telah disampaikan Iran.

Iran akan gunakan aset yang dibekukan di Qatar, JD Vance sempat sarankan untuk beli barang-barang AS, untuk membeli gandum, kedelai, dan jagung dari AS. Langkah ini diambil setelah AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri perang secara permanen. Iran akan gunakan aset yang dibekukan di Qatar, JD Vance sempat sarankan untuk beli barang-barang AS, yang berjumlah sekitar USD6 miliar atau sekitar Rp107,4 triliun.

Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak akan mengerahkan kembali personel militer AS kecuali jika dinilai perlu. Vance juga menyebut bahwa AS terlibat dalam dialog dengan niat baik dan akan memperjuangkan supaya negosiasi ini memiliki peluang sebesar-besarnya untuk berhasil. Iran akan gunakan aset yang dibekukan di Qatar, JD Vance sempat sarankan untuk beli barang-barang AS, sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan pokok penduduknya.

Sementara itu, AS dan Israel telah menyepakati pembangunan Kedutaan Besar AS permanen di Yerusalem. Langkah ini perkuat aliansi strategis, namun picu sorotan dan dinamika politik global. Pembangunan kompleks kedutaan permanen ini diperkirakan akan menjadi sorotan internasional karena berkaitan dengan sengketa status Yerusalem antara Israel dan Palestina.

📖 Baca juga:
Ayatollah Khamenei: Israel Telah Menelan Kekalahan dan Kini Coba Menghasut Rakyat Iran

Kesepakatan gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran terancam akibat eskalasi militer di Selat Hormuz, Lebanon, serta pengeboman udara kedua belah pihak. Pemerintah Iran membantah negosiasi langsung dan menuntut pencairan aset sebesar US$ 6 miliar sebagai bukti iktikad baik Amerika Serikat. Iran akan gunakan aset yang dibekukan di Qatar, JD Vance sempat sarankan untuk beli barang-barang AS, sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan pokok penduduknya.

Kesimpulan dari perkembangan ini adalah bahwa Iran akan gunakan aset yang dibekukan di Qatar, JD Vance sempat sarankan untuk beli barang-barang AS, untuk memenuhi kebutuhan pokok penduduknya. Langkah ini diambil setelah AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri perang secara permanen. Namun, kesepakatan gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran terancam akibat eskalasi militer di Selat Hormuz, Lebanon, serta pengeboman udara kedua belah pihak.

📖 Baca juga:
Tanggapi Serangan AS, IRGC Targetkan Posisi Militer AS di Kawasan Timur Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *