Beranda » Menkeu AS Klaim Iran Belum Bisa Jual Minyak ke Pembeli Selain Tiongkok, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
Posted in

Menkeu AS Klaim Iran Belum Bisa Jual Minyak ke Pembeli Selain Tiongkok, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Menkeu AS Klaim Iran Belum Bisa Jual Minyak ke Pembeli Selain Tiongkok, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
Menkeu AS Klaim Iran Belum Bisa Jual Minyak ke Pembeli Selain Tiongkok, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Jakarta Aktual – 01 Juli 2026 | Menkeu AS klaim Iran belum bisa jual minyak ke pembeli selain Tiongkok [titlebase], situasi ini membuat Iran harus menjual minyak dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar agar tetap memiliki pembeli. Menurut Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, sebagian besar negara memilih bersikap hati-hati karena khawatir berisiko terkena dampak sanksi ekonomi dari Washington.

Menkeu AS klaim Iran belum bisa jual minyak ke pembeli selain Tiongkok [titlebase] ini membuat ruang gerak ekspor minyak dari negara terkait semakin sempit di pasar internasional. Banyak negara memilih menunda pembelian hingga terdapat kepastian mengenai kebijakan sanksi dari Amerika Serikat ke Iran. Bessent mengatakan bahwa sejauh ini, hanya satu negara yang masih bersedia membeli minyak mentah dari Teheran, yaitu China.

Menkeu AS klaim Iran belum bisa jual minyak ke pembeli selain Tiongkok [titlebase] ini juga membuat Iran harus menghadapi dampak penurunan harga minyak dunia. Harga minyak dunia naik pada 1 Juli 2026 akibat meningkatnya ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat. Harga minyak Brent dan WTI meningkat setelah Iran menolak pertemuan langsung dengan utusan Amerika Serikat di Doha.

Menkeu AS klaim Iran belum bisa jual minyak ke pembeli selain Tiongkok [titlebase] ini juga membuat Iran harus mencari cara lain untuk meningkatkan penjualan minyak. Iran telah ekspor lebih dari 40 juta barel minyak mentah sejak Amerika Serikat mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pimpinan Negosiator Mohammed Bagher Ghalibaf menuturkan, Iran menjual minyak dengan harga lebih tinggi sekitar 20% sebelum perang.

📖 Baca juga:
Prabowo Merasa Dekat dengan HIPMI: Aku Tahu Kelakuanmu Semua, Ini Alasannya

Menkeu AS klaim Iran belum bisa jual minyak ke pembeli selain Tiongkok [titlebase] ini juga membuat Iran harus memprioritaskan diplomasi dengan Amerika Serikat. Iran memprioritaskan diplomasi dengan Amerika Serikat, tetapi tetap siap untuk berperang. Menurut Ghalibaf, Iran sedang mengupayakan dialog, tetapi jika dialog tersebut tidak diimplementasikan, Iran juga siap untuk perang dan akan merespons sesuai dengan itu.

Kesimpulan, Menkeu AS klaim Iran belum bisa jual minyak ke pembeli selain Tiongkok [titlebase] ini membuat situasi ekonomi Iran semakin sulit. Iran harus menjual minyak dengan harga lebih rendah dan mencari cara lain untuk meningkatkan penjualan minyak. Namun, Iran tetap siap untuk berperang jika dialog dengan Amerika Serikat tidak diimplementasikan.

📖 Baca juga:
Fans Ghana Kecam Masalah Visa Piala Dunia dan Harga Tiket: FIFA dan AS Telah Mengecewakan Afrika!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *