Beranda » Balita Tewas Setelah 4 Jam Terjebak Lubang Proyek di Manggarai, Pramono Anung Menyesali Kegagalan
Posted in

Balita Tewas Setelah 4 Jam Terjebak Lubang Proyek di Manggarai, Pramono Anung Menyesali Kegagalan

Jakarta Aktual – 29 Juni 2026 | Sebuah tragedi telah terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, ketika seorang balita berusia 4 tahun tewas setelah 4 jam terjebak lubang proyek di Manggarai. Balita tewas setelah 4 jam terjebak lubang proyek di Manggarai ini merupakan sebuah kejadian yang sangat disesali oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Menurut Pramono, kejadian ini terjadi pada Sabtu malam, ketika korban sedang menemani ibunya berjualan teh di kawasan Manggarai.

Korban kemudian bermain ke area proyek yang seharusnya tertutup, dan tidak sengaja jatuh ke dalam lubang pengecoran yang memiliki kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter. Proses evakuasi berlangsung dramatis selama hampir empat jam, melibatkan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) hingga penggunaan dua unit ekskavator. Balita tewas setelah 4 jam terjebak lubang proyek di Manggarai ini telah menjadi perhatian serius bagi Pemprov DKI Jakarta.

Pramono Anung menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menghalangi apabila keluarga korban ingin menempuh jalur hukum terkait insiden ini. Ia juga menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan proyek pertamanan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, namun pengelolaannya dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Balita tewas setelah 4 jam terjebak lubang proyek di Manggarai ini telah menimbulkan banyak pertanyaan tentang keselamatan dan tanggung jawab dalam proyek-proyek pembangunan.

Keluarga korban telah menerima dukungan sepenuhnya dari Pemerintah DKI Jakarta, termasuk biaya penguburan dan lain-lain. Pramono Anung juga berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan keselamatan dan tanggung jawab dalam proyek-proyek pembangunan. Dengan demikian, balita tewas setelah 4 jam terjebak lubang proyek di Manggarai ini tidak akan terjadi lagi di masa depan.

📖 Baca juga:
Keluarga Anak Korban Bullying di Kramat Pulo Tak Mau Berdamai, Tuntut Pelaku Diadili

Kesimpulan dari kejadian balita tewas setelah 4 jam terjebak lubang proyek di Manggarai ini adalah bahwa keselamatan dan tanggung jawab harus menjadi prioritas utama dalam proyek-proyek pembangunan. Pemerintah dan pihak-pihak terkait harus bekerja sama untuk meningkatkan keselamatan dan menghindari kejadian-kejadian serupa di masa depan. Balita tewas setelah 4 jam terjebak lubang proyek di Manggarai ini telah menjadi sebuah pelajaran yang berharga bagi kita semua.

📖 Baca juga:
Zulhas Resmi Lantik Pengurus DPW PAN DKI Jakarta, Uya Kuya Jadi Ketua Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *