Jakarta Aktual – 28 Juni 2026 | Golkar Sanksi Kader yang Memposting Persoalan Internal di Medsos merupakan langkah tegas yang diambil oleh Partai Golkar untuk menjaga nama baik dan kehormatan partai. Dewan Etik Partai Golkar telah menjatuhkan sanksi etik kepada tiga kader Partai Golkar Sumatera Selatan karena menyebarkan narasi, gambar, dan video terkait persoalan internal partai melalui media sosial. Ketiga kader tersebut, yaitu Deni Hegar, Muhammad Akbar, dan Ahlan Wilmana, dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran etik setelah menjalani serangkaian sidang yang digelar Dewan Etik Partai Golkar.
Ketua Dewan Etik Partai Golkar, Mohammad Hatta, mengatakan bahwa tindakan membawa persoalan internal partai ke ruang publik bertentangan dengan aturan organisasi dan dinilai mencoreng nama baik partai. Menurutnya, setiap persoalan internal partai seharusnya diselesaikan melalui mekanisme organisasi, bukan disampaikan ke ruang publik.
Sementara itu, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) telah menerima surat diskresi dari Ketum Golkar Bahlil Lahadalia untuk maju sebagai calon ketua DPD I pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel). Dukungan dari loyalis mulai mengalir kepada IAS, termasuk dari organisasi sayap, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).
IAS sendiri telah menemui Munafri ‘Appi’ Arifuddin usai menerima persetujuan diskresi maju Musda Golkar Sulawesi Selatan. Pertemuan tersebut membahas skema memajukan Golkar dan menjaga stabilitas serta soliditas internal partai menjelang pelaksanaan Musda Golkar Sulsel IX.
Golkar Sanksi Kader yang Memposting Persoalan Internal di Medsos menunjukkan bahwa partai tersebut serius dalam menjaga kehormatan dan nama baiknya. Dengan demikian, diharapkan kader-kader Partai Golkar dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang dapat merugikan partai.
Golkar Sanksi Kader yang Memposting Persoalan Internal di Medsos juga menjadi peringatan bagi kader-kader Partai Golkar untuk selalu menjaga etika dan disiplin dalam berkomunikasi, terutama di media sosial. Dengan demikian, Partai Golkar dapat terus menjaga kehormatan dan nama baiknya di mata masyarakat.
Di samping itu, Golkar Sanksi Kader yang Memposting Persoalan Internal di Medsos menunjukkan bahwa partai tersebut memiliki komitmen kuat untuk menjaga keutuhan dan kehormatan partai. Dengan demikian, diharapkan Partai Golkar dapat terus menjadi salah satu partai politik yang kuat dan dipercaya oleh masyarakat.