Beranda » Elon Musk Kehilangan Status Triliuner Setelah Koreksi Saham Tesla dan SpaceX Hantam Kekayaannya
Posted in

Elon Musk Kehilangan Status Triliuner Setelah Koreksi Saham Tesla dan SpaceX Hantam Kekayaannya

Jakarta Aktual – 27 Juni 2026 | Elon Musk kehilangan status triliuner setelah koreksi saham Tesla dan SpaceX hantam kekayaannya. Hal ini terjadi kurang dari dua minggu setelah IPO SpaceX yang bersejarah. Bloomberg Billionaires Index menilai kekayaan Elon sebesar USD 957 miliar, turun dari nilai USD 1,11 triliun dalam kurun waktu kurang dari 14 hari. Penurunan ini terjadi setelah saham SpaceX dan Tesla mengalami koreksi tajam di tengah pelemahan saham-saham teknologi.

Elon Musk kehilangan status triliuner setelah koreksi saham Tesla dan SpaceX hantam kekayaannya karena keraguan investor tentang profitabilitas jangka panjang AI. Meski demikian, Elon tetap menjadi orang terkaya di dunia dan kekayaannya masih jauh lebih besar dibandingkan rival terdekatnya. Elon mencetak sejarah pada 12 Juni dengan SpaceX yang debut di pasar publik di bursa Nasdaq.

Penawaran umum saham perdana (IPO) yang sensasional ini dihargai USD 135 per saham dan dibuka pada USD 150 saat perdagangan dimulai. Debut SpaceX di bursa memberi nilai lebih dari USD 1,77 triliun. Karena Elon memiliki sekitar 42 persen saham SpaceX, pencatatan saham langsung melambungkan kekayaan bersihnya melewati angka USD 1 triliun.

Elon Musk kehilangan status triliuner setelah koreksi saham Tesla dan SpaceX hantam kekayaannya karena penurunan tajam saham SpaceX dan Tesla. Saham SpaceX menanggung dampak terberat dari koreksi tersebut, anjlok lebih dari 30 persen dari puncaknya pada pertengahan Juni hingga diperdagangkan sekitar USD 156. Pada Senin, 22 Juni, penurunan 16 persen dalam satu hari menghapus sekitar USD 240 miliar dari neraca pribadi Elon.

📖 Baca juga:
Starship V3 Set to Launch: Misi Kritis untuk Mencapai Bulan

Elon Musk kehilangan status triliuner setelah koreksi saham Tesla dan SpaceX hantam kekayaannya, tetapi masih menjadi orang terkaya di dunia. Kekayaannya masih jauh lebih besar dibandingkan rival terdekatnya. Namun, status triliuner Musk dinilai sangat rentan karena konsentrasi kekayaannya yang ekstrem. Hampir seluruh hartanya terikat pada ekuitas di dua perusahaan saja, dengan SpaceX mewakili hampir 80 persen dari total kekayaan bersihnya.

Kesimpulan, Elon Musk kehilangan status triliuner setelah koreksi saham Tesla dan SpaceX hantam kekayaannya. Hal ini terjadi karena penurunan tajam saham SpaceX dan Tesla di tengah pelemahan saham-saham teknologi. Meski demikian, Elon tetap menjadi orang terkaya di dunia dan kekayaannya masih jauh lebih besar dibandingkan rival terdekatnya.

📖 Baca juga:
Usai Keputusan MSCI, Begini Strategi Saham yang Disarankan Analis untuk Investasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *