Jakarta Aktual – 26 Juni 2026 | Sindiran PDIP seusai Abdi Maludin akui terima Rp 20 juta: Gibran akan menusuk Prabowo [titlebase] menjadi sorotan hangat di berbagai kalangan masyarakat. Baru-baru ini, Abdi Maludin, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), mengaku menerima uang sebesar Rp20 juta yang diduga berasal dari oknum polisi. Pengakuan ini memicu polemik dan kontroversi di kalangan masyarakat dan juga memunculkan sindiran PDIP seusai Abdi Maludin akui terima Rp 20 juta: Gibran akan menusuk Prabowo [titlebase].
Menurut Abdi, uang tersebut diberikan agar aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa UBK dapat dipindahkan dari lokasi sekitar Istana Kepresidenan ke depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat. Namun, Abdi tetap melangsungkan aksi demonstrasi di sekitar Istana Kepresidenan, meskipun telah menerima uang tersebut.
Sindiran PDIP seusai Abdi Maludin akui terima Rp 20 juta: Gibran akan menusuk Prabowo [titlebase] semakin hangat ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dikabarkan telah bertemu dengan Abdi dan beberapa mahasiswa lainnya dari UBK. Pertemuan ini memicu spekulasi bahwa Gibran terlibat dalam skandal suap mahasiswa.
Partai Gerindra, yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, menyatakan bahwa sindiran PDIP seusai Abdi Maludin akui terima Rp 20 juta: Gibran akan menusuk Prabowo [titlebase] tidak perlu dihiraukan. Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, menyatakan bahwa pengakuan Abdi hanya berdasarkan pada pengakuan sepihak dan belum terbukti secara hukum.
Sindiran PDIP seusai Abdi Maludin akui terima Rp 20 juta: Gibran akan menusuk Prabowo [titlebase] juga memunculkan pertanyaan tentang integritas gerakan mahasiswa. Universitas Bung Karno (UBK) telah mengambil tindakan dengan menonaktifkan Abdi sebagai Ketua BEM FH UBK. Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, menyatakan bahwa tindakan Abdi telah merusak integritas gerakan mahasiswa dan tidak dapat ditoleransi.
Kesimpulan dari sindiran PDIP seusai Abdi Maludin akui terima Rp 20 juta: Gibran akan menusuk Prabowo [titlebase] adalah bahwa skandal suap mahasiswa ini telah memunculkan pertanyaan tentang integritas gerakan mahasiswa dan juga memunculkan spekulasi tentang keterlibatan pejabat tinggi negara. Oleh karena itu, perlu dilakukan investigasi yang lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di balik skandal ini.