Beranda » DOJ Probes Coffee Shop Chain Poetica Coffee Atas Penolakan terhadap Anggota Kongres Pro-Israel
Posted in

DOJ Probes Coffee Shop Chain Poetica Coffee Atas Penolakan terhadap Anggota Kongres Pro-Israel

Jakarta Aktual – 24 Juni 2026 | Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah membuka penyelidikan terhadap rantai kopi Poetica Coffee di New York setelah mereka menolak melayani Anggota Kongres Dan Goldman karena dukungannya terhadap Israel. DOJ probes coffee shop chain Poetica Coffee ini telah menjadi sorotan karena pelanggaran hak asasi manusia dan diskriminasi. Goldman, yang merupakan anggota Kongres pro-Israel, telah menjadi target kampanye lawan politiknya, Brad Lander, yang lebih kritis terhadap Israel.

Penyelidikan ini dipimpin oleh Asisten Jaksa Agung Harmeet Dhillon, yang mengawasi Divisi Hak Sipil DOJ. Dhillon menyatakan bahwa hukum federal melarang tempat-tempat umum seperti kafe untuk didiskriminasikan berdasarkan ras, agama, atau asal usul. DOJ probes coffee shop chain Poetica Coffee ini merupakan contoh kasus yang serius dan perlu ditangani dengan serius.

Poetica Coffee telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak akan melayani “rasialis, fasis, homofob, atau pembunuh genosida” setelah Goldman terlihat di salah satu cabang mereka. Perusahaan ini juga mengatakan bahwa mereka telah mengembalikan uang Goldman, yang mereka klaim berasal dari AIPAC. DOJ probes coffee shop chain Poetica Coffee ini telah memicu reaksi keras dari pemimpin Yahudi dan ulasan negatif di Yelp.

Kasus ini juga menimbulkan perdebatan tentang kebebasan berbicara dan diskriminasi. Dhillon telah memimpin penyelidikan terhadap universitas yang diduga memfasilitasi antisemitisme dengan tidak mencegah protes pro-Palestina. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa penyelidikan ini mengganggu kebebasan berbicara di kampus.

📖 Baca juga:
Hadianto Rasyid Mundur dari Partai Hanura, Berakhirnya 16 Tahun Perjalanan Politik

Goldman telah mengkritik penggunaan kekuasaan oleh DOJ di masa lalu, dengan mengatakan bahwa administrasi Trump telah “menggunakan senjata” kekuasaan ini untuk menargetkan lawan politik. Namun, dalam kasus ini, DOJ probes coffee shop chain Poetica Coffee ini telah menjadi contoh kasus yang perlu ditangani dengan serius untuk melindungi hak asasi manusia dan mencegah diskriminasi.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa DOJ probes coffee shop chain Poetica Coffee ini merupakan contoh kasus yang serius dan perlu ditangani dengan serius. Perlindungan hak asasi manusia dan pencegahan diskriminasi merupakan hal yang sangat penting dalam masyarakat yang adil dan setara.

📖 Baca juga:
Putin News: Kesehatan dan Strategi Politik Putin Dalam Sorotan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *