Jakarta Aktual – 20 May 2026 | San Diego victims dalam penganiayaan berdarah di Masjid Islam San Diego telah terungkap. Penganiayaan ini terjadi pada tanggal 18 Mei 2026, di mana dua remaja berusia 17 dan 18 tahun, Cain Lee Clark dan Caleb Liam Vazquez, membunuh tiga orang dan lalu bunuh diri sendiri. Menurut FBI, penganiayaan ini terjadi karena radikalisasi yang dilakukan oleh kedua remaja tersebut.
Kedua remaja ini ditemukan meninggal dalam mobil di dekat masjid, dengan luka tembak pada kepala dan badan. Polisi mengatakan bahwa mereka telah membunuh tiga orang, termasuk seorang pengaman masjid, Amin Abdullah, yang dikenal sebagai pahlawan karena telah menyelamatkan banyak nyawa.
Penganiayaan ini telah ditetapkan sebagai tindakan kekerasan terhadap umat Islam, dan polisi telah mulai menginvestigasi tentang latar belakang radikalisasi kedua remaja tersebut. Menurut sumber, mereka telah berinteraksi online sebelum melakukan penganiayaan, dan telah terpengaruh oleh ideologi Nazi.
Manifesto yang ditemukan dalam mobil kedua remaja ini menunjukkan bahwa mereka telah berencana untuk melakukan penganiayaan terhadap umat Islam dan berbagai kelompok minoritas lainnya. Mereka juga telah menulis tentang keinginan mereka untuk membunuh orang-orang yang mereka anggap sebagai musuh.
Penganiayaan ini telah menimbulkan kemarahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat San Diego, dan telah menunjukkan bahwa radikalisasi masih merupakan ancaman yang serius di Amerika Serikat.
San Diego Police Chief Scott Wahl mengatakan bahwa penganiayaan ini telah menyebabkan korban jiwa dan kehilangan jiwa, dan telah menunjukkan bahwa radikalisasi masih merupakan ancaman yang serius.
Para pihak berwenang telah mulai menginvestigasi tentang latar belakang radikalisasi kedua remaja tersebut, dan telah menemukan bahwa mereka telah berinteraksi online sebelum melakukan penganiayaan. Mereka juga telah menemukan manifesto yang ditinggalkan oleh kedua remaja tersebut, yang mengungkapkan keinginan mereka untuk membunuh orang-orang yang mereka anggap sebagai musuh.
Penganiayaan ini telah menunjukkan bahwa radikalisasi masih merupakan ancaman yang serius di Amerika Serikat, dan telah menimbulkan kemarahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat San Diego.
Para pihak berwenang telah mengatakan bahwa mereka akan terus menginvestigasi tentang latar belakang radikalisasi kedua remaja tersebut, dan akan terus bekerja untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kesimpulan: Penganiayaan San Diego yang terjadi pada tanggal 18 Mei 2026 telah menunjukkan bahwa radikalisasi masih merupakan ancaman yang serius di Amerika Serikat. Para pihak berwenang telah mulai menginvestigasi tentang latar belakang radikalisasi kedua remaja tersebut, dan telah menemukan bahwa mereka telah berinteraksi online sebelum melakukan penganiayaan. Penganiayaan ini telah menimbulkan kemarahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat San Diego, dan telah menunjukkan bahwa radikalisasi masih merupakan ancaman yang serius.