Jakarta Aktual – 02 June 2026 | Kasus pembunuhan Henry Nowak, seorang mahasiswa 18 tahun, telah menimbulkan kegaduhan di Southampton. Pembunuhan ini terjadi pada tanggal 3 Desember 2025, ketika Henry Nowak ditemukan terluka parah di Belmont Road. Vickrum Digwa, 23 tahun, telah dihukum penjara seumur hidup dengan minimal 21 tahun karena pembunuhan ini.
Menurut laporan polisi, Digwa telah membunuh Henry Nowak dengan menggunakan kirpan, sebuah pisau upacara Sikh. Digwa juga dituduh telah memberikan pernyataan palsu kepada polisi tentang insiden tersebut, dengan mengklaim bahwa Henry Nowak telah melakukan tindakan rasisme terhadapnya.
Polisi telah merilis rekaman bodycam yang menunjukkan Henry Nowak mengatakan bahwa dia telah ditusuk dan tidak bisa bernapas. Namun, polisi awalnya tidak mempercayai pernyataan Henry Nowak dan malah menangkapnya karena dugaan penyerangan. Hal ini telah menimbulkan pertanyaan tentang tanggapan polisi terhadap insiden tersebut.
Keluarga Henry Nowak telah menuntut agar polisi menjelaskan tentang perlakuan yang diterima oleh Henry Nowak selama insiden tersebut. Mereka juga menuntut agar polisi mengambil tindakan untuk memastikan bahwa insiden serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
Nigel Farage, pemimpin Reform UK, telah membuat pernyataan darurat tentang kasus ini, dengan menyerukan agar polisi dan pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih serius untuk menangani kasus-kasus kekerasan dan rasisme.
Kasus Henry Nowak telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan telah memicu debat tentang tanggapan polisi terhadap insiden-insiden kekerasan dan rasisme. Kasus ini juga telah menyoroti pentingnya memastikan bahwa polisi dan pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih serius untuk menangani kasus-kasus tersebut.